Asal-usul Nama Gelora Bung Karno yang Pernah Diganti pada Era Soeharto

Kompas.com - 13/05/2020, 04:00 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di tempat duduk penonton di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2020). Kegiatan ini untuk meminimalisir penyebaran penyakit akibat virus Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas menyemprotkan cairan disinfektan di tempat duduk penonton di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2020). Kegiatan ini untuk meminimalisir penyebaran penyakit akibat virus Covid-19.

"Nama itu tidak cocok dengan sifat dan tujuan olahraga," komentar Saifuddin. "Mengapa?" tanya Soekarno.

"Kata 'pusat' pada kalimat 'Pusat Olahraga' itu kedengarannya kok statis, tidak dinamis seperti tujuan kita menggerakkan olahraga," jawab Saifuddin.

"Usulkan nama gantinya kalau begitu!" balas Soekarno.

Baca juga: Kiper Persija Jakarta Merindukan Atmosfer Stadion Utama GBK

"Nama 'Gelanggang Olahraga' lebih cocok dan lebih dinamis," usul Saifuddin.

"Nama Gelanggang Olahraga Bung Karno kalau disingkat menjadi Gelora Bung Karno! Kan mencerminkan dinamika sesuai dengan tujuan olahraga," lanjutnya.

"Wah, itu nama yang hebat. Saya setuju!" ungkap Soekarno.

Pada tahun 1984, Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto mengubah nama GBK menjadi Gelanggang Olahraga Senayan melalui Keppres Nomor 4 Tahun 1984 tentang Badan Pengelola Gelanggang Olahraga Senayan.

Pengubahan nama tersebut tak lain sebagai langkah de-Soekarnoisasi atau upaya mengaburkan sosok Soekarno dalam sejarah bangsa Indonesia.

Baca juga: Pemain Timnas U16 Indonesia Pernah Pecahkan Foto Presiden Jokowi

Tujuh belas tahun kemudian setelah Indonesia memasuki masa reformasi, muncul keinginan untuk mengembalikan Gelora Olahraga Senayan menjadi Gelora Bung Karno.

Keinginan ini disampaikan secara resmi pertama kali dalam rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan Menteri Sekretaris Negara Djohan Effendi pada 24 Oktober 2000.

Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid merespons positif usulan itu saat menghadiri HUT PDI Perjuangan ke-28 di Stadion Utama GBK pada 14 Januari 2001.

Tiga hari kemudian, dia pun menerbitkan Keppres Nomor 7 Tahun 2001 yang mengembalikan nama Sang Proklamator ke kompleks olahraga itu.

Baca juga: Satu Hal yang Raphael Maitimo Rela Lakukan demi Bela Timnas Indonesia

"Menimbang bahwa dengan memperhatikan aspirasi yang berkembang di dalam masyarakat untuk menghormati dan mengabadikan nama Presiden Pertama Republik Indonesia sebagai penggagas dibangunnya Gelanggang Olahraga Senayan di kawasan Senayan, Jakarta, maka dipandang perlu untuk mengubah nama Gelanggang Olahraga Senayan menjadi Gelanggang Olahraga Bung Karno," tulis Gus Dur dalam keputusannya 17 Januari 2001 silam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perubahan dan Asal Usul Nama Gelora Bung Karno"

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X