Kompas.com - 15/04/2020, 20:40 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kedua dari kiri) berfoto dengan kedua wakilnya Iwan Budianto dan Cucu Soemantri, dan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, di Kantor AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/11/2019). Dok. PSSIKetua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kedua dari kiri) berfoto dengan kedua wakilnya Iwan Budianto dan Cucu Soemantri, dan Sekretaris Jenderal Ratu Tisha Destria, di Kantor AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/11/2019).

KOMPAS.com - Ratu Tisha Destria resmi mundur dari Sekretaris Jenderal PSSI pada Senin (13/4/2020).

Banyak tugas penting yang menjadi peninggalan sosok satu-satunya pejabat perempuan Asia yang mendapatkan beasiswa FIFA Master International in Management, Law, and Humanities of Sports tersebut di PSSI.

Di antaranya meliputi kompetisi muda Elite Pro Academy, program filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), Garuda Select, dan persiapan Piala Dunia U20 di Tanah Air.

Selain tugas peninggalan Ratu Tisha tersebut, ada pula tugas wajib seorang Sekjen PSSI mengacu pada Pasal 58 Ayat (2) Statuta PSSI.

Baca juga: Ini Syarat Menjadi Sekjen PSSI Pengganti Ratu Tisha

Dalam pasal tersebut dituliskan bahwa ekjen PSSI harus memiliki kualifikasi profesional yang diperlukan.

Kemudian, pada Pasal 58 Ayat (3) tertulis tanggung jawab sekjen, di antaranya mengelola dan memelihara rekening PSSI.

Kemudian mewakili ketua umum/wakil ketua umum apabila berhalangan untuk keperluan penandatanganan dokumen resmi atau pengikatan perjanjian PSSI.

Terakhir, menjalin hubungan dengan anggota PSSI, FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Konfederasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF).

Akan tetapi, pemilihan Sekjen PSSI dalam statuta tersebut hanya dapat diusulkan oleh Ketua Umum PSSI.

Baca juga: Indra Sjafri Yakin Ratu Tisha Tetap Bantu PSSI meski Sudah Mundur

Setelah Ketum PSSI mendapatkan nama, kemudian akan diangkat oleh Komite Eksekutif PSSI.

Sejauh ini, Mochamad Iriawan selaku Ketum PSSI masih belum menlontarkan sebuah nama untuk pengganti Ratu Tisha.

"Konyol jika Sekjen PSSI tidak paham bola dan hanya murni mengurusi administrasi," kata pengamat hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto dikutip Kompas.id.

"Sekjen di federasi sepak bola harus paham atau pernah bersinggungan dengan sepak bola agar bisa membantu ketua umum menyelesaikan berbagai tugas besar yang dimiliki PSSI saat ini," ujar dia menambahkan.

Sementara Waketum PSSI, Cucu Soemantri, menjelaskan jika pengganti Ratu Tisha bakal membutuhkan proses panjang.

Baca juga: Ratu Tisha Mundur dari PSSI, Bhayangkara FC Terkejut

Pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) itu menegaskan, calon pengganti Ratu Tisha harus terlebih dahulu melewati mekanisme PSSI.

"Ada fit and proper test yang harus diikuti oleh sang calon. Tanpa kecuali. Setelah itu, harus ada persetujuan dari Komite Eksekutif PSSI," kata Cucu, Selasa (14/4/2020).

"Sekali lagi, menilik tanggung jawab dan tugasnya yang berat, wajar jika penentuan Sekjen PSSI itu harus melalui tahapan yang panjang dan detail," imbuh dia.



Sumber kompas.id
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Senam Irama Bermanfaat bagi Bentuk Tubuh?

Mengapa Senam Irama Bermanfaat bagi Bentuk Tubuh?

Sports
Hasil dan Klasemen Liga Italia: Sarat Sejarah, AC Milan Pesta Gol, Juventus Jaga Asa

Hasil dan Klasemen Liga Italia: Sarat Sejarah, AC Milan Pesta Gol, Juventus Jaga Asa

Liga Italia
Sepi Pemasukan, Begini Kiat Arema FC Penuhi Kriteria Finansial Lisensi Klub AFC

Sepi Pemasukan, Begini Kiat Arema FC Penuhi Kriteria Finansial Lisensi Klub AFC

Liga Indonesia
Pembaruan State of Survival, Kehadiran Versi Baru Moyo Grand Prix

Pembaruan State of Survival, Kehadiran Versi Baru Moyo Grand Prix

Liga Indonesia
Klopp: Bukan Salah Man United jika Liverpool Gagal ke Liga Champions

Klopp: Bukan Salah Man United jika Liverpool Gagal ke Liga Champions

Liga Inggris
Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barca Menyerah, Atletico Perlebar Jarak

Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barca Menyerah, Atletico Perlebar Jarak

Liga Spanyol
Kekecewaan Gloria Emanuelle Widjaja Usai Pembatalan Singapore Open 2021

Kekecewaan Gloria Emanuelle Widjaja Usai Pembatalan Singapore Open 2021

Badminton
Hafiz/Gloria Gagal ke Olimpiade Tokyo, Bagaimana Langkah PBSI?

Hafiz/Gloria Gagal ke Olimpiade Tokyo, Bagaimana Langkah PBSI?

Badminton
Hasil Liga Inggris Chelsea Vs Arsenal, The Gunners Menangi Derbi London

Hasil Liga Inggris Chelsea Vs Arsenal, The Gunners Menangi Derbi London

Liga Inggris
Hasil Sassuolo Vs Juventus: Ronaldo-Dybala Bikin Rekor, Bianconeri Menang

Hasil Sassuolo Vs Juventus: Ronaldo-Dybala Bikin Rekor, Bianconeri Menang

Liga Italia
Hasil Liga Italia - AC Milan Pesta 7 Gol, Inter Milan Bungkam AS Roma

Hasil Liga Italia - AC Milan Pesta 7 Gol, Inter Milan Bungkam AS Roma

Liga Italia
Link Live Streaming Inter Milan Vs AS Roma - Kickoff 01.45 WIB

Link Live Streaming Inter Milan Vs AS Roma - Kickoff 01.45 WIB

Liga Italia
Inter Diburu Waktu: Bayar Rp3,4 Triliun atau Ditendang dari Serie A dan UCL

Inter Diburu Waktu: Bayar Rp3,4 Triliun atau Ditendang dari Serie A dan UCL

Liga Italia
Link Live Streaming Torino Vs AC Milan - Kickoff 01.45 WIB

Link Live Streaming Torino Vs AC Milan - Kickoff 01.45 WIB

Liga Italia
Bersanding dengan Skateboard, 4 Cabor Ini Memulai Debut di Olimpiade Tokyo

Bersanding dengan Skateboard, 4 Cabor Ini Memulai Debut di Olimpiade Tokyo

Sports
komentar
Close Ads X