Kota Baku Raup Untung Rp 7 Triliun Selama Jadi Tuan Rumah F1

Kompas.com - 24/02/2020, 17:04 WIB
Para pebalap Formula 1 memacu mobil mereka pada perasingan balap GP Azerbaijan di Sirkuit Baku City, Miggu (25/6/2017). ALEXANDER NEMENOV/AFP PHOTOPara pebalap Formula 1 memacu mobil mereka pada perasingan balap GP Azerbaijan di Sirkuit Baku City, Miggu (25/6/2017).
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Promotor lokal dari Grand Prix Baku belum lama ini mengumumkan keuntungan ekonomi yang diperoleh Ibu Kota Azerbaijan itu selama menjadi tuan rumah seri Formula 1.

Berdasarkan penghitungan yang dilakukan perusahaan akuntan global, PricewaterhouseCoopers, Baku mendapatkan keuntungan ekonomi mencapai 506,3 juta dolar Amerika Serikat, atau setara sekitar Rp 7 triliun selama empat tahun menghelat F1.

Baku mulai menjadi tuan rumah F1 sejak musim 2016. Seperti di Monako dan Singapura, balapan F1 di Baku juga digelar di sirkuit jalan raya kota.

Baku sudah mengadakan kerja sama perpanjangan kontrak dengan promotor F1 hingga tahun 2023.

Baca juga: Perbandingan Commitment Fee Formula E, F1, dan MotoGP

Selaku penanggung jawab lokal, Baku Construction Company (BCC) menyebut keuntungan 506,3 juta dolar AS adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil langsung dan tidak langsung.

Keuntungan itu meliputi layanan profesional, hotel dan akomodasi umum, katering, transportasi, layanan sosial dan budaya, pertanian, pos dan telekomunikasi, perdagangan grosir dan listrik, gas dan air.

Angka-angka dibagi menjadi dua kategori utama. Pendapatan langsung untuk barang dan jasa seperti hotel, restoran, dan layanan transportasi dilaporkan mencapai 300,6 juta dolar AS (setara Rp 4,1 triliun) selama empat tahun lomba.

Sirkuit jalan raya di kota Baku, Azerbaijan. yang menjadi lokasi seri Formula 1.Instagram/@bakucitycircuit Sirkuit jalan raya di kota Baku, Azerbaijan. yang menjadi lokasi seri Formula 1.

Adapun yang dimaksud pendapatan tidak langsung diperoleh dari setiap pendapatan tambahan perusahaan dan bisnis yang menjual barang dan jasa ke organisasi lain pemasok langsung untuk Grand Prix Formula 1, meliputi konstruksi, manufaktur, bisnis dan sosial sektor jasa.

Untuk pendapatan ini, nilainya dilaporkan mencapai mencapai total 205,7 juta dolar AS atau setara sekitar Rp 2,8 triliun.

Menurut BCC, penyelenggaraan GP F1 di Baku juga menggerakkan 5.000-10.000 tenaga kerja dalam dua tahun pertama dan 7.500 tenaga kerja dalam dua tahun terakhir.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Motorsport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X