Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2023, 22:00 WIB
Silmi Nurul Utami

Penulis

KOMPAS.com – Logam yang bersentuhan dengan air laut rentan terkena korosi. Hal tersebut karena air laut dapat menyebabkan korosi. Mengapa air laut menyebabkan korosi?

Air laut menyebabkan korosi karena mengandung banyak ion dan bakteri pereduksi sulfat, berikut adalah penjelasannya!

Air laut mengandung banyak ion

Air laut menyebabkan korosi karena mengandung banyak ion.

Dilansir dari Chemistry LibreTexts, ion-ion dalam air laut membentuk jembatan garam antara lokasi anodik dan katodik pada logam.

Baca juga: Sel Elektrokimia: Sel Volta dan Sel Elektrolisis

Ion-ion yang terkandung dalam air laut menyebabkan air laut lebih konduktif daripada air tawar.

Dilansir dari Sciencing, air laut menyebabkan korosi lima kali lebih cepat daripada air tawar.

Di mana ion-ion tersebut menghantarkan elektron dengan lebih mudah dalam air garam. Sedangkan, elektron diperlukan dalam reaksi pembentukan karat.

Cepatnya pergerakan elektron tersebut, mempercepat reaksi perkaratan logam dalam air laut.

Air laut mengandung bakteri yang menyebabkan korosi

Selain karena air laut mengandung banyak ion, air laut juga dapat menyebabkan korosi karena mengandung banyak bakteri pereduksi sulfat.

Baca juga: Pengertian dan Proses Terjadinya Korosi

Dilansir dari Biology LibreTexts, bakteri pereduksi sulfat melakukan respirasi anaerobik (tanpa oksigen) yang memanfaatkan sulfat sebagai akseptor elektron.

Bakteri pereduksi sulfat merduksi sulfat menggunakan enzim ATP-sulfurilase menjadi sulfit. Sulfit kemudian direduksi kembali untuk menghasilkan energi daam bentuk ATP.

Adapun, proses tersebut menghasilkan hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida kemudian bereaksi dengan besi ataupun logam membentuk besi sulfida atau yang dikenal sebagai karat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com