Kompas.com - 08/02/2021, 14:52 WIB
Potret Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memegang De Grote Postweg (Great Post Road) dengan tulisan Rigting van Weg Megamendong 1818 (arah jalan Megamendung). Latar belakang lukisan di Puncak Pass dan Gunung Pangrango. Raden SalehPotret Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memegang De Grote Postweg (Great Post Road) dengan tulisan Rigting van Weg Megamendong 1818 (arah jalan Megamendung). Latar belakang lukisan di Puncak Pass dan Gunung Pangrango.

KOMPAS.com – Herman Willem Daendels ditugaskan untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Ia dikirim oleh Louis Napoleon untuk menjadi gubernur jenderal di Indonesia.

Saat ditugaskan ke Pulau Jawa, Daendels memiliki beberapa tugas penting yakni reorganisasi militer, sistem pembebasan kerja wajib serta penyerahan wajib, dan mengatasi berbagai masalah pergaulan, seperti perbudakan serta sistem sanitasi di Jakarta.

Namun, tugas dan peran utama Daendels dikirim ke Indonesia adalah untuk mempertahankan Pulau Jawa dari ancaman Inggris.

Menurut Ahmad Fakhri Hutauruk dalam Buku Sejarah Indonesia: Masuknya Islam Hingga Kolonialisme (2020), Daendels menerapkan beberapa langkah sebagai upaya mempertahankan Pulau Jawa, yaitu:

  1. Pembuatan dan pembangunan Jalan Anyer-Panarukan. Jalan ini digunakan untuk pertahanan serta perekonomian.
  2. Jumlah angkatan perang ditambah. Jika semula hanya 3 ribu prajurit, jumlahnya ditambah menjadi 20 ribu prajurit.
  3. Pembangunan pabrik senjata di Gresik dan Semarang. Pembangunan ini dilakukan karena Daendels tidak bisa mengharapkan bantuan dari Eropa, terkait blokade yang dilakukan Inggris.
  4. Pembangunan pangkalan angkatan laut di Surabaya dan Ujung Kulon.
  5. Benteng pertahanan di berbagai lokasi dibangun. Contohnya Messter Comelis di Batavia serta Fort Lodewijk di Gresik.
  6. Kesejahteraan prajut lebih ditingkatkan.

Baca juga: Indonesia di Bawah Penjajahan Perancis

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kebijakan Daendels tentang pembangunan jalan Anyer Panarukan sejauh 1.100 kilometer ini merupakan kebijakan paling kontroversional dari Daendels.

Agar pembangunan jalan berhasil, Daendels membuat kebijakan wajib kerja atau verplichte diensten yang diperuntukan bagi rakyat Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya tujuan dari kebijakan Daendels ini ingin membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, Daendels memimpin dengan tangan besi atau sangat kejam sehingga menimbulkan ketidaksukaan atau kebencian dari masyarakat Indonesia.

Banyak perlawanan yang dilakukan. Hingga pada akhirnya kabar tentang kekejaman Daendels ini didengar Napoleon. Pada 1811, Daendels dikembalikan ke Belanda dan posisinya digantikan oleh Jan Willem Jansens.

Setelah posisi Daendels digantikan, Jan Willem Jansens tidak bisa mempertahankan kekuasaan Belanda. Pada akhirnya, Inggris berhasil menguasai Indonesia pada 1811.

Kekuasaan Inggris di Indonesia tidak bertahan lama, karena Belanda kembali menguasai Indonesia pada 1814.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X