Kompas.com - 02/02/2021, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Revolusi Industri 4.0 sering juga disebut sebagai cyber physical system. Revolusi ini menitikberatkan pada otomatisasi dan mengkolaborasikannya dengan teknologi siber.

Revolusi Industri 4.0 muncul pada abad ke-21. Ciri utama dari revolusi industri ini adalah penggabungan informasi dan teknologi komunikasi dalam bidang industri.

Munculnya Revolusi Industri 4.0 menyebabkan adanya perubahan dalam berbagai sektor. Jika semula membutuhkan pekerja banyak, namun kini bisa digantikan dengan penggunaan mesin teknologi.

Dilansir dari situs Forbes.com, Revolusi Industri 4.0 membuat semua hal menjadi lebih efektif, mudah dijangkau serta meminimalisir pemborosan.

Contohnya produksi makanan. Jika semula membutuhkan tenaga manusia untuk membuatnya, kini bisa menggunakan teknologi canggih untuk membuatnya.

Baca juga: Jelaskan Pengaruh Revolusi Industri Terhadap Perubahan Iklim di Bumi!

Teknologi dalam Revolusi Industri 4.0

Mengutip dari situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), ada lima teknologi yang menjadi fokus utama dalam Revolusi Industri 4.0, yakni:

  • Internet of Things (IoT)

IoT merupakan penggabungan mesin digital, mekanis serta komputasi untuk menjalankan berbagai fungsi melalui komunikasi yang terhubung dengan internet.

Hal ini dapat menghilangkan interaksi antar manusia serta interaksi dengan komputer. Contoh IoT di Indonesia adalah aplikasi Qlue untuk smart city.

  • Big data 

Sesuai dengan namanya, big data merupakan kumpulan data yang yang sangat besar dan banyak. Hal ini membutuhkan pengelolaan yang baik dan benar, tujuannya agar bisa mengambil keputusan di organisasi atau perusahaan dengan bijak.

Contoh penyedia layanan big data di Indonesia adalah Sonar Platform serta Warung Data.

  • Artificial Intelligence (AI)

AI adalah teknologi mesin atau komputer yang memiliki tingkat kecerdasan yang sama seperti manusia. Dalam penggunaan, AI membutuhkan data yang saling berkesinambungan.

Contoh penggunaan AI adalah layanan aplikasi chatbot serta pengenalan wajah atau face recognition.

Baca juga: Revolusi Industri: Sejarah dan Perkembangan

Ilustrasi teknologi.shutterstock.com/sdecoret Ilustrasi teknologi.

  • Cloud computing 

Cloud computing merupakan teknologi yang menggunakan internet sebagai sarana pengelolaan data serta aplikasi. 

Cloud computing mengharuskan pengguna untuk memiliki hak akses sehingga bisa terkonfigurasi dengan server melalui internet. Contoh cloud computing adalah FreeCloud.

  • Addictive manufacturing

Addictive manufacturing sering juga disebut sebagai 3D printing. Teknologi ini ditujukan untuk membuat desain digital sesuai dengan objek nyatanya.

Dampak positif dan negatif dari Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 terdengar menjanjikan karena ada berbagai kemudahan yang bisa didapat. Namun, sebenarnya ada dampak positif dan negatif dari revolusi industri ini.

Dilansir dari situs Binus University (Binus.ac.id), berikut adalah dampak positif dan negatif dari Revolusi Industri 4.0:

Dampak positif:

  1. Kemudahan dalam mengakses informasi
    Informasi menjadi kian mudah untuk diakses melalui smartphone ataupun teknologi lainnya. Selain itu, masyarakat juga lebih mudah dalam menjalin komunikasi.
  2. Efektivitas dalam bidang produksi
    Tenaga manusia dapat diganti dengan teknologi mesin. Hal ini akan mengurangi biaya produksi (pembayaran tenaga manusia) serta menambah hasil produksi.
  3. Dapat meningkatkan pendapatan nasional
    Revolusi Industri 4.0 dapat meningkatkan pendapatan nasional karena bisa memproduksi sesuatu dalam jangka waktu singkat dengan kualitas yang baik.
  4. Peningkatan peluang kerja bagi tenaga ahli
    Walau menggunakan mesin teknologi, namun tetap membutuhkan tenaga ahli manusia dalam beberapa bidang yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Baca juga: Revolusi Industri dan Dampaknya bagi Indonesia

Dampak negatif: 

  1. Lebih rentan terhadap serangan siber
    Serangan siber lebih mudah terjadi karena penggunaan teknologi mesin. Maka dari itu, sangat diperlukan sistem keamanan yang baik serta mumpuni.
  2. Butuh biaya besar dalam investasi alat dan pekerja
    Revolusi Industri 4.0 menekankan pada penggunaan teknologi mesin yang canggih. Untuk menggunakan dan merawatnya butuh biaya yang besar. Hal ini ditambah lagi dengan pelatihan keterampilan pegawai agar bisa mengelolanya.
  3. Adanya urbanisasi
    Hal ini akan meningkatkan jumlah populasi masyarakat di kota besar meningkat. Karena banyak orang dari pedesaan yang akan bekerja di pabrik.
  4. Berdampak untuk lingkungan
    Penggunaan mesin teknologi ini belum dibarengi dengan penggunaan mesin yang ramah lingkungan. Hal ini akan menyebabkan polusi udara, pembuangan limbah, dan hal negatif lainnya untuk lingkungan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daur Hidup Cacing Filaria

Daur Hidup Cacing Filaria

Skola
Pentingnya Proyeksi Penduduk bagi Suatu Negara

Pentingnya Proyeksi Penduduk bagi Suatu Negara

Skola
Sosiolinguistik: Pengertian, Dimensi Masalah, dan Manfaat

Sosiolinguistik: Pengertian, Dimensi Masalah, dan Manfaat

Skola
Perbedaan Antara Budaya Individualistis dan Kolektivisme

Perbedaan Antara Budaya Individualistis dan Kolektivisme

Skola
Teori Negosiasi Wajah: Pengertian, Asumsi, dan Konflik

Teori Negosiasi Wajah: Pengertian, Asumsi, dan Konflik

Skola
Advertisement dalam Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Bazar

Advertisement dalam Bahasa Inggris Melalui Kegiatan Bazar

Skola
Empat Hukum Media Menurut McLuhan

Empat Hukum Media Menurut McLuhan

Skola
Penyebab, Dampak, dan Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Penyebab, Dampak, dan Usaha Menanggulangi Pemanasan Global

Skola
Perbedaan Cermin dan Lensa

Perbedaan Cermin dan Lensa

Skola
Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk

Bentuk Adaptasi Burung Pelatuk

Skola
Kebijakan Dividen: Definisi, Teori, dan Bentuknya

Kebijakan Dividen: Definisi, Teori, dan Bentuknya

Skola
Ciri-ciri Demokrasi Parlementer

Ciri-ciri Demokrasi Parlementer

Skola
Debat Kompetitif: Pengertian dan Tujuannya

Debat Kompetitif: Pengertian dan Tujuannya

Skola
Definisi Otonomi Daerah dan Tujuannya

Definisi Otonomi Daerah dan Tujuannya

Skola
Perbedaan Anggaran Statis dan Fleksibel

Perbedaan Anggaran Statis dan Fleksibel

Skola
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.