Gerakan Rebound dalam Permainan Basket

Kompas.com - 15/01/2021, 19:13 WIB
Pebasket Indonesia Abraham Damar Grahita (kiri) saat beradu dengan pebasket Filipina Christian Jaymar Perez (kanan) pada Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020). Ariya Kurniawan/FIBA MediaPebasket Indonesia Abraham Damar Grahita (kiri) saat beradu dengan pebasket Filipina Christian Jaymar Perez (kanan) pada Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 di Mahaka Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2020).

KOMPAS.com - Basket dimainkan dengan cara dilempar serta digiring. Dalam melakukannya, seorang pebasket harus dibekali dengan kemampuan teknik yang baik.

Salah satunya adalah teknik rebound. Teknik ini dilakukan pada saat seorang pemain gagal memasukkan bola ke dalam ring basket.

Rebound berarti seluruh pemain mendapat kesempatan untuk menangkap serta menggiring bola. Penguasaan teknik rebound semakin membuka besar peluang untuk mencetak poin.

Penguasaan bola sangat diperlukan dalam melakukan teknik rebound. Selain itu, teknik juga mengharuskan pebasket untuk mampu menghalau serangan lawan dengan tepat.

Teknik rebound harus dikuasai dengan baik. Mengutip dari situs Basketball HQ, ada dua jenis teknik rebound dalam permainan basket, yakni offensive rebound serta defensive rebound.

Baca juga: Lay Up Shoot dalam Permainan Basket

Offensive rebound 

Sesuai dengan namanya, offensive rebound digunakan saat pemain lawan tidak berhasil menembak bola ke dalam ring basket.

Agar bisa berhasil melakukan offensive rebound, maka pemain yang membawa bola harus sebisa mungkin melindungi bola dari serangan lawan.

Pastikan pada saat berusaha menghindari serta menghalau serangan lawan, gunakan tubuh dan jangan gunakan tangan agar terhindar dari serangan lawan.

Defensive rebound 

Sesuai dengan namanya, defensive rebound digunakan saat pemain dalam satu tim tidak bisa menembak bola ke ring basket tim lawan.

Mengutip dari situs My Active SG, teknik defensive rebound sedikit lebih sulit dilakukan dibanding offensive rebound karena pemain harus tetap fokus untuk menembak bola serta menghalau serangan lawan.

Walau begitu, ternyata defensive rebound cenderung lebih mudah untuk didapat dibanding offensive rebound, karena pebasket akan melakukan tindakan preventif sebelum bola memantul.

Sedangkan offensive rebound lebih susah didapatkan karena harus menghadapi pemain bertahan dari tim lawan terlebih dahulu.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X