Kompas.com - 21/12/2020, 20:38 WIB
Ilustrasi kebebasan pers ShutterstockIlustrasi kebebasan pers

KOMPAS.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Sistem demokrasi identik dengan kebebasan untuk menyuarakan pendapat, termasuk kebebasan bagi pihak pers.

Kebebasan pers bukan berarti pers bisa semena-mena dalam hal penyampaian informasi. Tetapi kebebasan pers lebih mengarah pada kebebasan pers yang disertai dengan tanggung jawab sosial.

Informasi atau berita yang dikeluarkan oleh pers dikonsumsi langsung oleh publik dan dapat memengaruhi pemikiran publik secara langsung.

Oleh sebab itu, pers harus bertanggung jawab terhadap publik terkait pemberitaan yang telah dikeluarkan. Selain itu, pers yang bebas adalah pers yang tidak melanggar ketentuan hak asasi manusia.

Sebagai penganut sistem demokrasi, sudah menjadi kewajiban Indonesia untuk menegakkan kebebasan pers. Kebebasan pers merupakan cermin sistem demokrasi yang ideal.

Baca juga: Peran Pers dalam Negara Demokrasi

Dilansir dari buku Komunikasi Politik, Media, dan Demokrasi (2012) karya Henry Subiakto dan Rachmah Ida, dijelaskan bahwa kebebasan pers akan memunculkan pemerintahan yang cerdas, bersih, dan bijaksana.

Sebab melalui kebebasan pers masyarakat dapat mengetahui berbagai peristiwa, termasuk kinerja pemerintah sehingga muncul mekanisme check and balance, kontrol terhadap kekuasaan, maupun masyarakat sendiri.

Kebebasan pers dalam negara demokrasi diperlukan agar pers bisa menjalankan fungsinya sebagai pengawas pemerintahan sehingga tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan.

Secara garis besar, kebebasan pers bertujuan untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Dengan adanya kebebasan pers, pers dimungkinkan untuk menyampaikan beragam informasi sehingga memperkuat dan mendukung masyarakat untuk berperan di dalam demokrasi.

Baca juga: Peran Lembaga Penegak Hukum di Indonesia

Landasan kebebasan pers di Indonesia

Kebebasan pers di Indonesia sendiri telah diatur dalam undang-undang. Ada dua undang-undang yang mengatur kebebasan pers, yaitu:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perbedaan Toleransi dan Simpati

Perbedaan Toleransi dan Simpati

Skola
Perbedaan MRT dengan LRT

Perbedaan MRT dengan LRT

Skola
Letak Astronomis Indonesia dan Wilayahnya

Letak Astronomis Indonesia dan Wilayahnya

Skola
Ketentuan Konvensi PBB 1982 Tentang Hukum Laut

Ketentuan Konvensi PBB 1982 Tentang Hukum Laut

Skola
Manajemen Organisasi: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Perannya

Manajemen Organisasi: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Perannya

Skola
Potensi Sumber Daya Alam Benua Eropa

Potensi Sumber Daya Alam Benua Eropa

Skola
Ekonomi Kerakyatan: Pengertian, Ciri-Ciri, Dampak, Faktor Pendorong dan Wujudnya

Ekonomi Kerakyatan: Pengertian, Ciri-Ciri, Dampak, Faktor Pendorong dan Wujudnya

Skola
Asas-Asas Hukum Acara Pidana

Asas-Asas Hukum Acara Pidana

Skola
Mengenal Tanaman Serealia dan Manfaatnya

Mengenal Tanaman Serealia dan Manfaatnya

Skola
Perbedaan Zat Tunggal dan Campuran

Perbedaan Zat Tunggal dan Campuran

Skola
Ekonomi Kreatif: Pengertian, Ciri-Ciri, Faktor Pendorong, Perkembangan

Ekonomi Kreatif: Pengertian, Ciri-Ciri, Faktor Pendorong, Perkembangan

Skola
Pendekatan Studi AMDAL Beserta Contohnya

Pendekatan Studi AMDAL Beserta Contohnya

Skola
Proses Mitigasi Bencana Kekeringan

Proses Mitigasi Bencana Kekeringan

Skola
Apa itu Panjang Gelombang?

Apa itu Panjang Gelombang?

Skola
Urutan Planet Terpanas Hingga Terdingin

Urutan Planet Terpanas Hingga Terdingin

Skola
komentar
Close Ads X