Siapa Penemu Bahasa Indonesia?

Kompas.com - 26/01/2020, 07:00 WIB
Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Abdul Razak, didampingi Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Margiono, membacakan Deklarasi Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Jumat (6/2). Deklarasi yang serangkai dengan Hari Pers Nasional itu meneguhkan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau-Lingga. KOMPAS/NASRULLAH NARAKetua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Abdul Razak, didampingi Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Margiono, membacakan Deklarasi Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Jumat (6/2). Deklarasi yang serangkai dengan Hari Pers Nasional itu meneguhkan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau-Lingga.

Lingua franca berasal dari bahasa Latin yang artinya bahasa penghubung antara komunitas yang berbeda bahasa di wilayah geografis yang cukup luas.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Buktinya, penemuan beberapa prasasti bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna, yaitu:

  • Prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang)
  • Prasasti Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang)
  • Prasasti Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat)
  • Prasasti Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi)

Bahasa Melayu Kuna tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya. Karena ditemukan prasasti lain yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna, yaitu:

  • Di Jawa Tengah (Gandasuli) ditemukan prasasti berangka tahun 832 M.
  • Di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan yang berfungsi sebagai berikut:

  1. Bahasa buku pelajaran agama Buddha.
  2. Bahasa perhubungan antarsuku di nusantara.
  3. Bahasa perdagangan terhadap para pedagang yang datang dari luar nusantara.

Baca juga: Fitur Penerjemah Real Time Hadir di Google Assistant, Dukung Bahasa Indonesia

Ahli sejarah I-Tsing yang belajar agama Buddha di Sriwijaya, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen atau Kou-luen.

Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara yaitu bahasa Melayu. Bahasa yang digunakan di Sriwijaya tersebut berdampingan dengan bahasa Sanskerta.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam. Perkembangan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam.

Peninggalan berupa batu bertulis maupun karya sastra. Batu bertulis seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh Aceh yang berangka tahun 1380 M.

Sedangkan dari karya sastra pada abad ke-16 dan 17 seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu mudah diterima penduduk nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang dan antarkerajaan karena tidak mengenal tingkat tutur.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makna Perayaan Jumat Agung

Makna Perayaan Jumat Agung

Skola
Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Teks Deskripsi: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Skola
Atletik: Sejarah dan Cabangnya

Atletik: Sejarah dan Cabangnya

Skola
Peran Proklamator

Peran Proklamator

Skola
Anatomi dan Fungsi Hati

Anatomi dan Fungsi Hati

Skola
Jenis dan Tahapan Sosialisasi

Jenis dan Tahapan Sosialisasi

Skola
Sumber Air Tanah

Sumber Air Tanah

Skola
Pengertian Akuifer dan Macamnya

Pengertian Akuifer dan Macamnya

Skola
Alat, Bahan dan Teknik Membuat Seni Patung

Alat, Bahan dan Teknik Membuat Seni Patung

Skola
Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Pembagian Bangsa Melayu Indonesia

Skola
Seni Patung: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Seni Patung: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Skola
Cara dan Bentuk Mengemukakan Pendapat

Cara dan Bentuk Mengemukakan Pendapat

Skola
Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Paru-paru: Kapasitas, Proses, dan Jenis Pernapasan

Skola
Jenis Air Tanah: Freatik dan Artesis

Jenis Air Tanah: Freatik dan Artesis

Skola
Gangguan-gangguan pada Kulit

Gangguan-gangguan pada Kulit

Skola
komentar
Close Ads X