Kompas.com - 10/01/2020, 12:00 WIB
Puncak Carstensz Pegunungan Jayawijaya yang selalu bersalju KOMPAS/MUHAMMAD SUDARTOPuncak Carstensz Pegunungan Jayawijaya yang selalu bersalju
Penulis Ari Welianto
|

Besaran biaya itu untuk transportasi menuju Papua dan menyewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Mahalnya biaya pendakian juga dipengaruhi letak gunung yang sulit dijangkau. Misalnya dari Jakarta, pendaki harus menggunakan pesawat menuju Nabire selama enam jam.

Biaya itu juga untuk membayar porter yang rata-rata Rp 7-8 juta sekali perjalanan. Padahal untuk satu orang membutuhkan dua porter.

Rata-rata operator pendakian menawarkan paker perjalanan menuju Gunung Cartenz dengan harga Rp 55 juta hingga Rp 65 juta per orang.

Bahkan pendakian ke Gunung Himalaya di Nepal lebih murah jika dibandingkan ke Gunung Cartenz.

4. Masuk dalam Seven Summits

Puncak Jayawijaya termasuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di dunia bersama Gunung Mount Everest di Asia (8.848 mdpl), Gunung Kilimanjoro di Afrika (5.895 mdpl), Gunung Elbrus di Eropa (5.642 mdpl).

Baca juga: Pendaki Asal Jakarta Meninggal Dunia di Puncak Cartenz Papua

Kemudian Gunung Aconcagua di Amerika Selatan (6.962 mdpl), Gunung Mckinley di Amerika Utara (6.190 mdpl), dan Gunung Vinson Massif di Antartika (4.892 mdpl).

5. Banyak pendaki luar negeri

Banyak pendaki luar negeri mendaki Gunung Cartenz. Pendaki dalam negeri juga banyak.

Diberitakan Kompas.com (1/10/2019), pendaki mancanegara banyak mendaki pada bulan September hingga November.

Biasanya mereka memanfaatkan mendaki Gunung Cartenz untuk memanfaatkan cuaca di Indonesia yang lebih hangat.

Pada bulan September hingga November curah hujan tidak lebih tinggi dibandingkan bulan Desember-Januari.

(Sumber: Kompas.com/Vina Fadhrotul Mukaromah/Wahyu Adityo Prodjo | Editor: Inggried Dwi Wedhaswary/Ni Luh Made Pertiwi F/Wahyu Adityo Prodjo)

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Bisakah Serigala Dijinakkan?

Skola
Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Kisah Sedih di Balik Kepunahan Burung Dodo

Skola
Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Alasan Ikan Hiu Menyerang Manusia

Skola
Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Apakah Fenomena Aurora Berbahaya?

Skola
Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Fakta Unik Death Valley, Tempat Terpanas di Bumi

Skola
5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

5 Kota Hantu yang Ditinggalkan Penduduknya

Skola
Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Seberapa Panas Suam-Suam Kuku?

Skola
Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Kenapa Pria Tidak Bisa Membedakan Warna Lipstik?

Skola
5 Alat Musik Tradisional NTB

5 Alat Musik Tradisional NTB

Skola
4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

4 Alat Musik Daerah Jawa Barat

Skola
Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Keunikan Alat Musik Dogdog, Gendang Khas Banten

Skola
Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Alat Musik Trompet Reog Khas Jawa Timur

Skola
Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Bende, Alat Musik Tradisional Lampung

Skola
7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

7 Alat Musik Daerah Sumatera Barat

Skola
Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Mengenal Gamelan Khas Jawa Tengah dan Yogyakarta

Skola
komentar
Close Ads X