Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pengertian Teleologi dalam Etika, Apa Itu?

KOMPAS.com - Etika berkaitan dengan perkembangan standar moral yang dapat diterapkan dalam keseharian.

Salah satu etika yang dipelajari dalam pendekatan adalah etika teleologi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teleologi adalah teori atau ajaran bahwa semua kejadian (setiap gejala) terarah pada suatu tujuan.

Pengertian teleologi

Dilansir dari buku Etika Komunikasi (2023) oleh Hafied Cangara, teleologi berasal dari akar kata Yunani "telos" yang berarti akhir, tujuan, maksud, dan "logos" berarti perkataan.

Jadi, teleologi adalah ajaran yang menerangkan bahwa segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu.

Berdasarkan buku Etika Bisnis (2023) oleh Rusni, istilah teleologi dikemukakan oleh Chritian Wolff, seorang filsuf Jerman abad ke-18.

Menurut dia, teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan.

Dalam arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan, fungsi, atau tujuan di alam maupun dalam sejarah.

Dalam bidang lain, teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan kebijaksanaan obyektif di luar manusia.

Dalam dunia etika, teleologi bisa diartikan sebagai pertimbangan moral akan baik buruknya suatu tindakan dilakukan.

Adapun ajaran teleologi dapat menimbulkan bahaya karena menghalalkan segala cara.

Dengan demikian tujuan yang baik harus diikuti dengan tindakan yang benar menurut hukum.

Lebih mendalam lagi, ajaran teleologis ini dapat menciptakan hedonisme, ketika "yang baik" itu dipersempit menjadi "yang baik bagi saya".

Itulah penjelasan mengenai teleologi.

https://www.kompas.com/skola/read/2023/12/19/183000269/pengertian-teleologi-dalam-etika-apa-itu-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke