Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Peradaban Akkadia: Sistem Pemerintahan dan Kebudayaan

KOMPAS.com - Peradaban Akkadia adalah salah satu peradaban awal dunia yang terletak di daerah Bulan Sabit Subur Mesopotamia.

Bangsa pendukung dari peradaban Akkadia adalah suku bangsa Semit. Mereka bermigrasi dari wilayah barat daerah Bulan Sabit ke bagian atas dan tengah Mesopotamia.

Eksistensi dari peradaban Akkadia muncul bersamaan dengan kejayaan bangsa Sumeria di Mesopotamia bawah.

Meski tak semaju Sumeria, peradaban Akkadia perlahan mulai mampu untuk mendirikan sistem negara kota seperti halnya peradaban Sumeria.

Pada tahun 2400 Sebelum Masehi, pemimpin bangsa Semit bernama Sargon I berhasil menyatukan beberapa negara kota yang ada di Mesopotamia atas.

Dengan kekuatan tersebut, Sargon I berhasil menaklukan bangsa Sumeria di Mesopotamia bawah dan membentuk Imperium Akkadia.

Sistem Pemerintahan

Dalam buku Pengantar Sejarah Asia Barat (2008) karya Ajat Sudrajat dan Miftahuddin, kekuasaan Sargon I di Mesopotamia berlangsung pada sekitar 2371-2316 Sebelum Masehi.

Ia juga berhasil mendirikan sebuah Dinasti yang bertahan hingga 2230 Sebelum Masehi. Pada masa pemerintahan Sargon I, perdaban Akkadia dipusatkan di ibukota Agede.

Akkadia menganut sistem kerajaan feodal yang memiliki banyak negara kota di bawahnya. Corak pemerintahan dari peradaban Akkadia adalah militeristik.

Mereka banyak melakukan ekspedisi penaklukan ke Asia Kecil bagian Timur untuk menguasai aktivitas perdagangan.

Kebudayaan

Peradaban Akkadia mengembangkan kebudayaan yang hampir sama dengan bangsa Sumeria. Bangsa Akkadia menggunakan huruf paku Akkadia sebagai alat komunikasi tertulis. Huruf paku peradaban Akkadia merupakan modifikasi ortografi (ejaan kata).

Peradaban Akkadia menganut sistem kepercayaan Politeisme atau menyembah banyak dewa. Dewa-dewa bangsa Akkadia merupakan hasil adopsi dari dewa Sumeria yang disamarkan dengan nama-nama Semitik.

Aktivitas pertanian dilakukan pada akhir musim dingin dan sepanjang musim panas.
Hasil dari sektor pertanian tidak hanya digunakan sebagai konsumsi pribadi, namun juga dijual ke pusat-pusat perdagangan di Akkadia.

Masyarakat Akkadia juga mahir dalam membuat kerajinan dan persenjataan dari logam. Mereka menjadi supplier dari pasukan militer kerajaan Akkadia.

Keruntuhan

Dalam buku Sejarah Peradaban Dunia I (2017) karya Susmihara, keruntuhan Akkadia terjadi pada sekitar tahun 2230 Masehi.

Mereka mendapatkan serangan dari bangsa Gutaean di wilayah timur laut. Pada perkembangannya, bangsa Gutaean mampu mengambil alih daerah-daerah bekas Akkadia dan mendirikan pemerintahan baru.

https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/27/163043569/peradaban-akkadia-sistem-pemerintahan-dan-kebudayaan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke