Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/09/2023, 15:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Cumi-cumi telah ada selama jutaan tahun di Bumi. Lebih dari 300 spesies cumi-cumi ditemukan di setiap lautan, tempat mereka dapat hidup sendiri atau berkelompok.

Meskipun beberapa cumi-cumi hidup di perairan dangkal, rekaman cumi -cumi sirip besar yang terdalam berada 4,8 km di bawah permukaan.

Cumi-cumi juga memiliki berbagai ukuran, mulai dari cumi-cumi kerdil seukuran kuku jari kelingking hingga cumi-cumi besar yang panjangnya bisa mencapai belasan meter.

Cumi-cumi terbesar di dunia

Bergantung pada cara mengukur, ada dua cumi-cumi yang tergolong raksasa, yakni cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux) yang merupakan cumi-cumi terpanjang, dan cumi-cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni) adalah yang terberat.

Baca juga: Seperti Apa Cumi-cumi Transparan Hasil Rekayasa Genetik Ilmuwan?

Heather Judkins, pakar cephalopoda di Universitas South Florida, St. Petersburg, mengatakan, cumi-cumi raksasa, yang ditemukan di banyak lautan, diperkirakan mencapai panjang sekitar 12 hingga 14 meter, dari ujung tubuhnya hingga ujung tentakelnya, dengan beratnya sekitar 270 kg.

Ada klaim penampakan cumi-cumi raksasa yang panjangnya mencapai sekitar 20 m, namun hal ini masih belum diverifikasi.

Sementara itu, cumi-cumi kolosal, yang hidup di perairan Antartika dan mungkin menjelajah ke utara hingga Selandia Baru, diperkirakan mencapai panjang sekitar 9 hingga 10 m.

Namun, kekurangannya dalam hal panjang total dibandingkan dengan cumi-cumi raksasa, membuat beratnya bisa mencapai sekitar 450 kg. Hal ini kemungkinan menjadikan cumi-cumi kolosal sebagai invertebrata paling besar di Bumi.

Selain tubuh yang besar, cumi-cumi raksasa dan cumi-cumi kolosal memiliki mata terbesar dari semua hewan yang hidup, dan mungkin mata terbesar yang pernah ada di dunia hewan. Ukuran lebarnya sekitar 127 cm, kira-kira seukuran bola sepak.

Baca juga: Cumi-cumi dan Gurita Miliki Otak yang Kompleks, Ini Penjelasannya

Setiap mata cumi-cumi kolosal juga dilengkapi dengan organ pemancar cahaya yang dikenal sebagai photophore.

Cumi-cumi raksasa menggunakan fotofor ini seperti lampu depan untuk melihat dalam kegelapan.

Kemudian, cumi-cumi kolosal juga memiliki paruh terbesar dari semua cumi-cumi, yang terbuat dari bahan yang mirip dengan kuku manusia.

Cumi-cumi menggunakan paruhnya untuk mengiris makanan menjadi potongan-potongan kecil sebelum dimasukkan ke dalam mulut, dan organ mirip lidah yang tertutup gigi yang disebut radula mencabik-cabik makanan lebih jauh setelah makanan tersebut berada di dalam paruhnya.

Kedua spesies cumi-cumi besar ini memakan ikan dan cumi-cumi lainnya. Setelah mereka mencapai usia dewasa, satu-satunya predator yang biasa mereka hadapi kemungkinan besar adalah paus sperma. Cumi-cumi kolosal mungkin merupakan 77% dari makanan paus sperma.

Baca juga: Bangkai Cumi-cumi Raksasa Terdampar di Pantai Selandia Baru, Seperti Apa?

Karena lautan sangat luas dan cumi-cumi hidup di kedalaman, hewan laut ini jarang terlihat.

Meskipun filsuf Yunani kuno Aristoteles dan sarjana Romawi kuno Pliny the Elder menceritakan detail tentang cumi-cumi besar, menurut Two Oceans Aquarium, foto pertama cumi-cumi sebesar itu baru diambil pada tahun 1874, ketika Pendeta Moses Harvey dari Newfoundland memotret cumi-cumi raksasa mati dari seorang nelayan yang menangkapnya secara tidak sengaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Berapa Lama Bumi akan Bertahan?

Berapa Lama Bumi akan Bertahan?

Fenomena
Apa Saja Objek yang Paling Terang di Tata Surya?

Apa Saja Objek yang Paling Terang di Tata Surya?

Oh Begitu
Seperti Apa Permukaan Matahari?

Seperti Apa Permukaan Matahari?

Oh Begitu
Analisis BMKG Gempa Swarm di Kabupaten Bogor

Analisis BMKG Gempa Swarm di Kabupaten Bogor

Oh Begitu
Bagaimana Cara Mycoplasma Pneumoniae Menular?

Bagaimana Cara Mycoplasma Pneumoniae Menular?

Oh Begitu
Cara Menjadikan Belajar sebagai Kebiasaan Sehari-hari

Cara Menjadikan Belajar sebagai Kebiasaan Sehari-hari

Prof Cilik
Fosil Ungkap Dulu Nyamuk Jantan Juga Pengisap Darah

Fosil Ungkap Dulu Nyamuk Jantan Juga Pengisap Darah

Oh Begitu
Apakah Teh Putih Kaya Antioksidan dan Antimikroba?

Apakah Teh Putih Kaya Antioksidan dan Antimikroba?

Oh Begitu
Bagaimana Astronot Berkomunikasi di Stasiun Luar Angkasa?

Bagaimana Astronot Berkomunikasi di Stasiun Luar Angkasa?

Fenomena
Bayi Mampu Kenali Irama Musik sejak Baru Lahir

Bayi Mampu Kenali Irama Musik sejak Baru Lahir

Kita
Asam Folat dan Folat, Beda atau Sama?

Asam Folat dan Folat, Beda atau Sama?

Oh Begitu
Apakah Planet Jupiter Memiliki Permukaan Padat?

Apakah Planet Jupiter Memiliki Permukaan Padat?

Oh Begitu
Inilah Bowie, Lobster Setengah Jantan dan Setengah Betina yang Sangat Unik

Inilah Bowie, Lobster Setengah Jantan dan Setengah Betina yang Sangat Unik

Oh Begitu
5 Cara Menguatkan Daya Tahan Tubuh Anak agar Tidak Mudah Sakit

5 Cara Menguatkan Daya Tahan Tubuh Anak agar Tidak Mudah Sakit

Oh Begitu
Di Mana Habitat Buaya Nil?

Di Mana Habitat Buaya Nil?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com