Kompas.com - 04/05/2021, 12:28 WIB
Ilustrasi mengompres gigi sakit Pixabay/Sammy WilliamsIlustrasi mengompres gigi sakit

KOMPAS.com - Menurut The Global Burden of Disease Study 2016, penyakit gigi dan mulut menjadi urutan ke-11 penyakit yang paling banyak terjadi di dunia, khususnya karies gigi atau gigi berlubang. Ini menunjukkan sakit gigi bisa menyerang siapa saja.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, penyakit gigi dan mulut yang paling banyak di Indonesia adalah gigi berlubang atau sakit sebesar 45,3%. Sedangkan penyakit gigi dan mulut terbanyak kedua adalah radang gusi parah hingga terjadi abses atau infeksi sebesar 14%.

Sakit gigi adalah salah satu penyakit yang tampak kecil namun sangat mengganggu keseharian penderitanya. Untuk meredakan gejala nyeri, pasien bisa meminum obat anti radang atau anti nyeri yang bisa dibeli bebas di apotik. Langkah ini merupakan pertolongan pertama saat merasa sakit gigi.

Namun, obat hanya bersifat sementara meredakan sakit gigi. Agar sakit gigi bisa hilang secara keseluruhan, perlu dilakukan tindakan oleh dokter gigi untuk menghilangkan kausanya. Dilansir dari WebMD (24/1/2021), berikut penjelasan tentang sakit gigi dan tindakan yang perlu dilakukan berdasarkan kausanya.

Gigi berlubang

Sakit gigi bisa disebabkan beberapa macam penyakit gigi dan mulut. Penyebab yang paling umum adalah gigi berlubang. Semakin dalam dan semakin besar lubang pada gigi, semakin nyeri pula sakit gigi yang dirasakan.

Baca juga: Ketahui Penyebab Sakit Gigi dan Cara Mencegahnya

Nyeri akibat gigi berlubang biasanya berdenyut dan hanya muncul saat menerima rangsang tertentu. Misalnya saat minum dingin atau panas, atau dalam posisi berbaring dan menunduk.

Setelah nyeri mereda, maka pasien harus datang ke dokter gigi untuk membersihkan dan menambal gigi yang berlubang agar tidak sakit lagi di kemudian hari.

Abses gigi

Penyebab lainnya yang cukup umum adalah abses gigi. Abses gigi adalah infeksi pada jaringan di bawah gigi yang terjadi pada gigi berlubang sangat dalam hingga mencapai jaringan saraf. Infeksi di bawah jaringan gigi ini akan terasa sangat sakit.

Nyeri akibat abses gigi adalah sakit berdenyut atau sakit yang terus menerus. Biasanya disertai bengkak yang terlihat secara jelas dari pipi yang asimetris.

Pengobatan untuk abses gigi lebih rumit daripada gigi berlubang biasa. Sebelum bisa ditambal, infeksi yang sudah terjadi di bawah jaringan gigi harus dihilangkan terlebih dahulu supaya tidak terjadi infeksi berulang di kemudian hari.

Halaman:


Sumber WebMD,
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X