Kompas.com - 27/01/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi serviks, leher rahim Ilustrasi serviks, leher rahim

KOMPAS.com - Kanker serviks adalah keganasan yang menyerang leher rahim. Kanker serviks menempati posisi ke-2 sebagai kasus kanker tertinggi pada wanita Indonesia setelah kanker payudara.

Berdasarkan data Globocan 2018, jumlah kasus  baru kanker di Indonesia adalah 348.809 kasus dengan estimasi kematian sebanyak 207.210 jiwa.

Dari data tersebut, didapatkan kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara dengan insiden sebanyak 42,1 per 100.000 penduduk yaitu 58.256 (30,9 persen), diikuti oleh kanker leher rahim dengan insidens sebanyak 23,4 per 100.000 penduduk yaitu 32.469 (17,2 persen).

Baca juga: Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dr Gatot N.A Winarno SpOG(K) M Kes mengatakan, bahwa setiap 1 jam, ada 2 wanita Indonesia yang meninggal karena kanker serviks ini.

Penyebab kanker serviks

Gatot menjelaskan, kanker serviks ini berbeda dengan kasus kanker lainnya. Kanker serviks ini bisa dicegah karena penyebab utamanya diketahui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebab utama kanker serviks 99,7 persen adalah Human papillomavirus (HPV). HPV memiliki dua kelompok jenis virus yaitu high risk dan low risk.

Subtipe high-risk adalah jenis HPV yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. Contoh subtipe ini adalah 16, 18, 31, 33, 35, 45, 51, 52 dan lain-lain.

Sementara, subtipe low-risk adalah jenis HPV yang berisiko rendah dapat menyebabkan kutil kelamin (candiloma). Contoh subtipe ini adalah 6, 11, 42, 43, 44, 81.

Akan tetapi, 70 persen kasus kanker serviks di dunia disebabkan oleh HPV subtipe 16 dan 18.

HPV adalah virus yang umum dan terdapat dimana saja. Infeksi virus HPV dapat terjadi karena adanya hubungan seksual.

Disebutkan bahwa 80 persen wanita yang sudah berhubungan seksual pernah terinfeksi virus HPV, karena tidak menimbulkan gejala.

"Single partner berisiko, apalagi jika suka berganti pasangan-risiko lebih tinggi lagi," ucap dia.

Baca juga: Kanker Serviks Lebih Rentan pada Wanita Menikah, Ini Penjelasannya

Ilustrasi kanker serviks Ilustrasi kanker serviks

Gejala kanker serviks

Gatot mengatakan, seringkali ia menemukan pasien kanker serviks atau kanker leher rahim yang datang berobat sudah berada di stadium lanjut saat didiagnosa. Sangat jarang pasien yang didiagnosa saat stadium kanker masih dini.

"Mengapa terlambat diagnosa? Itu karena masih banyak wanita yang enggan datang ke dokter atau tenaga kesehatan untuk skrining," kata dia

Dorongan enggan datang ke dokter, selain perasaan takut ataupun malu, dokter juga banyak menemukan pasien-pasien yang ternyata merasa tidak ada gejala atau keluhan apapun.

Sehingga, tumor ganas atau sel kanker tersebut semakin berkembang dan menggerogoti tubuh dari dalam.

Baca juga: Kanker Serviks Penyebab Kematian Nomor 2 Wanita Indonesia, Kenapa?

Diakui Gatot bahwa memang pada tahap awal kanker serviks terjadi seringkali tidak ada gejala.

"Wanita bisa saja terkena kanker serviks tanpa diketahui,"  ucap dia.

Biasanya, gejala-gejala baru muncul jika kanker tumbuh ke sekitar jaringan atau organ. Berikut beberapa gejala yang bisa terjadi penanda kanker serviks.

- Pendarahan saat bersenggama

- Keputihan yang berbau

- Nyeri perut bawah

Deteksi dini kanker serviks

Gatot berkata, hingga saat ini, kanker serviks merupakan penyebab kanker tertinggi kedua setelah kanker payudara pada wanita, karena kurangnya skrining sejak dini.

"Kanker serviks sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini HPV DNA secara rutin, terutama bagi wanita yang sudah pernah berhubungan seksual," tegas dia.

Deteksi dini kanker serviks yang ada saat ini meliputi Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Papsmear, Papsmear Berbasis Cairan, dan HPV DNA dilakukan untuk mendeteksi sejak awal terjadinya infeksi virus HPV risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.

"Semakin cepat kanker serviks di deteksi, maka akan lebih mudah diobati," ujarnya.

Baca juga: Hari Kanker Sedunia, Kenali 3 Metode Screening Kanker Serviks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.