Hidup Dekat Manusia, Karnivora Terancam Kehilangan Insting Berburu

Kompas.com - 13/10/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi serigala liar. Hewan karnivora predator alam. SHUTTERSTOCKIlustrasi serigala liar. Hewan karnivora predator alam.


KOMPAS.com- Sebuah penelitian menyebut karnivora atau hewan pemakan daging yang hidup di dekat manusia terancam dapat kehilangan insting berburunya.

Hal ini tak lain disebabkan karena hewan yang tinggal di dekat manusia dapat memperoleh makanan mereka dari sumber makanan manusia.

Perubahan pola hidup ini membawa kekhawatiran tersendiri sebab akan membayakan ekosistem yang didominasi karnivora.

Seperti dikutip dari Phys, Selasa (13/10/2020) hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan ahli ekologi dari University of Wisconsin-Madison terhadap karnivora yang hidup di lingkungan Amerika Utara.

Baca juga: Kanibalisme Antar Spesies Dinosaurus Karnivora Pernah Terjadi, Ini Buktinya

 

Dalam penelitian yang telah dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini, peneliti mempelajari pola makan sekitar 700 spesies predator di seluruh wilayah Great Lakes di AS.

Mereka mengumpulkan sampel tulang dan bulu untuk analisis kimia dari beberapa hewan seperti serigala abu-abu, coyote, dan bobcat.

Selanjutnya, peneliti membandingkan pola makan karnivora dengan tingkat perkembangan manusia di wilayah tersebut, yang bervariasi dari hutan belantara yang pada dasarnya jarang tersentuh manusia hingga perkotaan yang luas.

Dari analisis tersebut peneliti mengungkapkan jika makin dekat karnivora yang hidup dengan kota dan peternakan, maka makin banyak pula makanan manusia yang mereka makan.

Ilustrasi anjing coyote.SHUTTERSTOCK Ilustrasi anjing coyote.

Berapa banyak makanan manusia yang para karnivora ini makan sangat bervariasi menurut lokasi. Namun rata-rata 25 persen makanan mereka berasal dari sumber manusia.

Dampak dari perubahan itu menurut peneliti mengakibatkan karnivora saling tumpang tindihnya saat bersaing mendapatkan makanan karena jenis makanan yang mereka cari bisa jadi sama.

Berbeda ketika para predator ini hidup jauh dari manusia, tentunya mereka akan mencari mangsa yang berbeda.

Baca juga: Tak Hanya T-rex, Ini Bukti Dinosaurus Karnivora Besar Pernah Hidup di Australia

 

Persaingan yang meningkat ini dapat menyebabkan lebih banyak konflik antar hewan. Ketergantungan mereka pada makanan manusia juga dapat membuat karnivora rentan berkonflik dengan manusia pula.

Bahkan hal tersebut bisa mengubah cara dan waktu berburu mangsa yang sebelumnya mereka lakukan, menyebabkan konsekuensi ekologis yang berpotensi membahayakan.

"Ketika Anda mengubah lanskap secara dramatis, hal tersebut memiliki konsekuensi yang tak diketahui oleh keseluruhan struktur komunitas. Kini waktunya untuk mulai memahami ekosistem baru ini," ungkap Jon Pauli, peneliti dari University of Wisconsin-Madison.



Sumber PHYSORG
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X