Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kronologi Siswa SMA Korea Utara Dieksekusi usai Nonton Drama Korea

Kompas.com - 07/12/2022, 08:58 WIB
Rintan Puspita Sari

Penulis

KOMPAS.com- Tiga orang siswa SMA di Korea Utara dieksekusi karena menonton drama Korea.

Seperti apa peristiwanya hingga ketiga siswa itu bisa ditangkap dan dieksekusi di depan banyak orang?

Seperti dilaporkan Chosun Ilbo, tiga sisw SMA tertangkap menonton dan mengimpor acara tv dari negara sebelah di awal bulan Oktober.

Menurut laporan, ketiga siswa laki-laki itu tinggal di Hyesan, sebuah kota dekat perbatasan antara Korea Utara dan China.

Baca juga: Kenapa Korea Utara Melarang Rakyatnya Menonton Drakor dan Musik K-Pop?

Mereka menonton beberapa episode drama Korea dan acara tv Amerika.

Kemudian mereka ketahuan mengedarkan materi tontonan ini dengan teman-teman mereka.

Sumber mengatakan, ada mata-mata yang melaporkan mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, sistem pengawasan bersama Korea Utara tercermin dalam undang-undang.

Jadi jangan harap bisa bebas menonton diam-diam di Korea Utara.

Karena warga negara diminta untuk memberi tahu orang lain yang menonton K-drama dan memberikan hukuman yang signifikan bagi mereka yang dinyatakan bersalah atau mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran.

Baca juga: Penyelundup Squid Game ke Korea Utara Dihukum Mati

Misalnya, jika pekerja tertangkap, maka kepala pabrik dapat dihukum. Kemudian orang tua dapat dihukum atas tindakan seorang anak.

Mereka kemudian di bawa ke depan publik, dijatuhi hukuman mati, dan langsung ditembak oleh pihak berwenang di sebuah lapangan terbang di Hyesan.

Para saksi mengatakan mereka dipaksa untuk menyaksikan eksekusi tersebut dan membenarkan apa yang telah terjadi dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia.

"Penduduk Hyesan berkumpul berkelompok di landasan," kata saksi.

"Pihak berwenang menempatkan siswa remaja di depan umum, menghukum mati mereka, dan segera menembak mereka," lanjutnya.

Dengan melihat sendiri eksekusi tersebut, penduduk Hyesan, yang berada di perbatasan China, diberi peringatan.

"Mereka yang menonton atau mendistribusikan film dan drama Korea Selatan, dan mereka yang mengganggu tatanan sosial dengan membunuh orang lain, tidak akan dimaafkan dan akan dihukum. hukuman maksimum–kematian," kata sumber.

Kira-kira seminggu sebelum pembantaian, diadakan pertemuan publik di mana penduduk setempat diberi tahu tentang tindakan keras terhadap kejahatan yang melibatkan media asing.

Meski peristiwa tersebut terjadi pada bulan Oktober, berita pembunuhan tersebut tidak dipublikasikan hingga minggu lalu

Menurut rezim Korea, tindakan yang dilakukan oleh para remaja tersebut adalah "sepadan dengan kejahatan".

Sebenarnya ini bukan pertama kali Korea Utara mengeksekusi warganya karena menonton drama Korea atau mendengar dan menonton musik K-pop.

Tahun lalu, ada tujuh orang dibunuh karena menonton video musik Kpop yang digambarkan Kim Jong Un sebagai kanker ganas.

Di tahun 2021, Korea Utara juga menghukum mati seorang pria yang menyelundupkan dan menjual salinan serial Netflix "Squid Game" setelah pihak berwenang menangkap tujuh siswa sekolah menengah yang menonton acara hit global berbahasa Korea.

Pada tahun 2020, Korea Utara meresmikan undang-undang yang mengatur alat ideologis dan budaya serta melarang informasi dan pengaruh asing dalam tindakan keras yang ditujukan untuk meningkatkan popularitas pertunjukan dan musik Korea.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com