Kompas.com - 12/06/2021, 20:32 WIB
Aswin Nurcahya, seorang pekerja anime asal Indonesia yang terlibat di pembuatan Tokyo Revengers. YouTube Muse IndonesiaAswin Nurcahya, seorang pekerja anime asal Indonesia yang terlibat di pembuatan Tokyo Revengers.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Visual effect compositor Aswin Nurcahya menjadi salah satu orang yang menggarap anime Tokyo Revengers.

Pria berusia 26 tahun ini bekerja di bagian pengambilan gambar dalam tim Color and Smile, Studio In Pack di Jepang.

Dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, pria asal Jepara ini menceritakan perjalannnya bisa sampai merantau ke Jepang.

Baca juga: Aswin Nurcahya Cerita Pengalaman Garap Tokyo Revengers

Aswin lulus dari SMKN 2 Jepara dan sempat mempelajari animasi walau belum tertarik betul pada anime Jepang.

Ia lalu melanjutkan studi D3 Sastra Jepang di Universitas Diponegoro, Semarang.

Di tengah perjalanan, Aswin tertarik mempelajari anime dan mencari cara untuk mempelajarinya di Jepang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ada Peran Orang Indonesia di Anime Tokyo Revengers, Aswin Nurcahya Namanya

Aswin akhirnya mengikuti program dari LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) di Yogyakarta.

"Programnya bukan untuk kerja, tapi sekolah sambil part time," jelas Aswin Nurcahya, Sabtu (12/6/2021).

Sekitar Oktober 2016, Aswin pun bisa menembus Jepang dan sekolah bahasa selama satu setengah tahun di Nippon Academy di Kota Gunma.

Lulus dari situ ia kuliah D2/3 di Sekolah Anime JAM Nihon Anime Manga Senmon Gakko di Niigata selama dua tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X