Pernah Dilarang Main Ludruk, Tarzan Kabur 3 Bulan

Kompas.com - 11/01/2021, 17:26 WIB
Pelawak Tarzan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/11/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINPelawak Tarzan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelawak Tarzan rupanya pernah mendapat larangan dari orangtuanya untuk ikut main ludruk.

Memiliki ayah seorang kepala desa atau lurah di masanya, Tarzan sebenarnya hidup  berkecukupan.

Seringnya melihat pertunjukan ludruk rupanya membuat hati Tarzan terusik dan mulai timbul keinginan membentuk perkumpulan ludruk di desanya.

Baca juga: Apa Kabar Para Pelawak Srimulat? Ini Kata Tarzan

Sampai suatu ketika ayahnya marah, karena Tarzan semakin sering keliling dari satu tempat ke tempat lain untuk bermain sandiwara.

"Begitu saya ikut Ke Blitar, ke mana, bapak saya marah,'kamu itu sekolah kepengin tak pinterken supaya jadi orang pinter'," ujar Tarzan menirukan ucapan ayahnya, dalam vlog Komeng Info, dikutip Senin (11/1/2021).

Baca juga: Profil Tarzan, Pelawak Senior Anggota Srimulat

Ayahnya yang marah lantas mengusir Tarzan dari rumah.

"'Ya sudah kalau kayak gitu, kamu enggak usah di rumah,' mengusir, ya saya pergi. Tiga bulan dicari lagi," kata Tarzan terkekeh.

Sebagai kompensasi kepulangannya, ayah Tarzan lantas memberikan sebuah posisi pada pelawak dengan nama asli Toto Muryadi tersebut sebagai kamituwo.

Baca juga: Tarzan Bicara Komedi Dulu dan Sekarang di Indonesia

Dijelaskan Tarzan, kamituwo merupakan jabatan seperti kepala dusun di era sekarang.

Tapi belum genap dua bulan menjabat sebagai kamituwo, Tarzan kembali kabur dan ikut keliling bermain ludruk.

"Dua bulan (jadi kamituwo) saya pergi lagi," ujar Tarzan diiringi tawa.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X