Gisel Ungkap Pergulatan Ketika Pernikahannya Bermasalah

Kompas.com - 15/09/2020, 18:05 WIB
Gisella Anastasia atau Gisel menjadi tamu di kanal YouTube Daniel Mananta Network. YouTube Daniel Mananta NetworkGisella Anastasia atau Gisel menjadi tamu di kanal YouTube Daniel Mananta Network.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dan artis peran Gisella Anastasia atau Gisel mengakui bercerai dari Gading Marten adalah keputusan yang salah karena hasil dari pemikiran yang salah.

Gisel menceritakannya saat berbincang dengan pembawa acara Daniel Mananta  dalam video berjudul "Keputusan yang salah, ketika Gisel memutuskan harus bercerai".

Dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Daniel Mananta Network, Selasa (15/9/2020), Gisel mengaku ada ego yang bermain ketika dia membuat keputusan itu.

Baca juga: Gisel Akui Bercerai dari Gading Marten Keputusan Salah

 

Ketika rumah tangganya menghadapi masalah dia berpikir tidak ingin seperti orangtuanya yang disebutnya bertahan hanya demi dirinya.

"Waktu itu I don't want to end up like that, tapi itu nge-twist-nya iblis pinter banget sih, di twist-twist otak aku seakan-akan 'udah pisah aja'," ujar Gisel.

Saat itu Gisel merasa dia berhak bahagia sekali-sekali, karena segala kesulitan di masa kecil yang pernah dialami, ketika dia harus bekerja sejak masih kecil.

Baca juga: Pertemuan Gisel, Wijin dan Gading Marten hingga Abadikan Pose Bersama

Semua pemikiran untuk berpisah saat itu semakin bulat ketika melakukan pilates dan mendapat kata-kata dalam savasana (posisi akhir dari yoga), di mana disebut untuk mengasihi diri sendiri karena berhak untuk bahagia.

"Bukan nyalahin savasana-nya, tapi waktu itu iblis makai itu juga buat like 'okay you deserve to be happy, you're body, you're soul,'" ucap Gisel.

"Kayak kalau dipikirin, sarap itu dulu kenapa kalimat itu menjadi konfirmasi buat gue gitu, sebenarnya harusnya enggak begitu," kata Gisel sambil menggaruk kepalanya.

Baca juga: Potret Gading Marten, Gisel, dan Wijin Akhirnya Bertemu

Pemikirannya untuk berpisah saat itu semakin diperkuat ketika bertemu psikolog dan mengatakan kalau Gisel saat itu memang haus kasih sayang, membutuhkan sosok ayah, sosok yang bisa dijadikannya pegangan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X