Kompas.com - 13/08/2020, 19:52 WIB
Tompi saat ditemui di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019). KOMPAS.com/IRA GITATompi saat ditemui di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Penyanyi Tompi melihat ada yang kurang tepat dalam komunikasi pemerintah saat ini.

Menurutnya pemerintah sebenarnya memiliki maksud baik, tapi hanya saja cara penyampaiannya yang membuat orang salah paham.

Seperti dikatakan Tompi lewat vlog Marten & Friends "TOMPI- Ada yang Salah dari Perfilman di Indonesia".

"Saya melihat komunikasi publik yang sekarang berlangsung kurang oke. Niatnya bagus, tapi cara penyampaiannya itu cenderung menggampangkan, akibatnya jadi bumerang," kata Tompi, dikutip Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Sistem Royalti Perfilman Disoroti Tompi, Roy Marten: Saya Teriak dari Dulu

Kemudian dia mencontohkan persoalan vaksin yang dikabarkan akan segera diproduksi massal pada akhir tahun ini.

Tompi yang belum lama ini bertemu langsung dengan Presiden Jokowi sempat berbincang terkait hal tersebut.

Sebagai orang medis, Tompi tahu tidak mudah untuk membuat vaksin hingga bisa sampai ke tangan orang banyak.

"Sebenarnya maksud pak Jokowi sangat baik dan sangat benar, market harus dikasih sinyalemen harapan positif," ujarnya.

Baca juga: Kritisi Film Indonesia, Tompi Sentil Produser

"Dan beliau bukannya enggak bekerja, beliau bekerja, kita enggak tahu aja," sambung Tompi.

Dia hanya menyayangkan cara penyampaian yang dianggapnya kurang tepat. Sehingga pada akhirnya bisa membuat orang salah mengartikannya.

"Maksud saya kontennya benar, niatnya baik, tapi cara penyampaiannya kadang-kadang membuat orang yang mengutip jadi keliru. Kalau begitu kesannya pasti akan ada, nanti begitu Desember enggak ada, nanti dianggap beliau pembohong, padahal maksud beliau bukan mau membohongi kita," kata Tompi.

Maksud dari ucapan tersebut adalah saat ini pemerintah benar-benar bekerja keras dan ingin menyampaikan berita baik itu sebagai harapan bagi masyarakat.

"Saya pendukung, saya punya empati baik terhadap beliau, sampai sekarang masih commit mendukung semua gerakan pemerintah, tapi mendukung bukan berarti, dikritisi dong," ujar Tompi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X