Kompas.com - 13/08/2020, 14:49 WIB
Tompi dalam jumpa pers syukuran 500 ribu penonton film Pretty Boys di Ecology Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019) KOMPAS.com/IRA GITATompi dalam jumpa pers syukuran 500 ribu penonton film Pretty Boys di Ecology Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Tompi yang sukses dengan film Pretty Boys dan sedang dalam promosi film Selesai, menyoroti produser film di Indonesia.

Menurut Tompi, di Indonesia produser memiliki peran penting bagaimana eksekusi akhir sebuah film bisa menarik atau tidak. 

Bisa saja saat proses produksi semua berjalan lancar, tapi memiliki akhir yang sesuai dengan selera produser.

Baca juga: Pengakuan Tompi Dapat Tawaran Maju Pilkada dari Partai Top

"Di Indonesia ini, di industrinya masih sangat disetir produser. Proses syuting bagus, semua bagus, produsernya bapuk, film akhirnya jadi bapuk gara-gara dia bongkar sendiri," ujar Tompi, dikutip Kamis (13/8/2020).

Dalam vlog Marten and Friends "TOMPI- Ada yang Salah dari Perfilman di Indonesia", Tompi memberikan contoh bagaimana penonton disuguhi adegan yang kurang masuk akal.

"Syutingnya gelap begitu tayang (jadi) terang, padahal syutingnya gelap, 'terangin!' karena menurut si produser, penonton seneng terang.

Baca juga: Tompi Ungkap Keinginan Suatu Hari Terjun di Dunia Politik

 

"Padahal dia aja yang goblok," kata Tompi.

Menurut Tompi, ada alasan-alasan tertentu gambar diambil di lokasi gelap atau saat gelap. Misalnya di bawah jembatan yang memang minim cahaya, tidak perlu memaksakan wajah pemainnya terlihat bersinar.

"Lampu dari mana? Surga?" kata Tompi disertai tawa.

Baca juga: Sukses di Berbagai Bidang, Tompi Akui Gagal dalam Hal Ini

Kritik tersebut sebenarnya tak ada niat ditujukan pada orang tertentu. Tompi juga melihat hal itu sebagai kritik untuk dirinya sendiri yang mulai terjun ke dunia film.

"Bukan berarti yang gue kerjain udah sempurna, enggak. Karena memang at the end, begitu kita udah terjun ke lapangan, lu bagus, semua bagus, ada satu yang enggak bener, jadi enggak bener," ujarnya.

Tompi memberi contoh adegan yang memaksa lainnya.

Baca juga: Video Viral Anji dan Hadi Pranoto soal Obat Covid-19, Tompi: Cek Latar Belakang Orang yang Diwawancara

Di perfilman Hollywood, syuting akan dihentikan ketika hari hujan karena adegannya seharusnya tanpa hujan.

"Karena kita beda sama Hollywood, Hollywood punya budget banyak, dia mau syuting hujan, 'wah hujan nih, enggak bisa syuting, besok aja, bungkus'. Kalau kita enggak bisa, ujan, ya udah adegannya jadiin di hujan. Iya kan? jadi emang mau enggak mau," jelas Tompi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X