Dobrak Tradisi Kerajaan, Meghan Markle Bakal Berikan Suara di Pilpres AS

Kompas.com - 12/08/2020, 16:19 WIB
Meghan Markle kerap tampil dengan busana kasual dalam beberapa waktu terakhir, setelah resmi keluar dari keanggotaan Kerajaan Inggris. Tangkap layar InsiderMeghan Markle kerap tampil dengan busana kasual dalam beberapa waktu terakhir, setelah resmi keluar dari keanggotaan Kerajaan Inggris.

KOMPAS.com – Istri Pangeran Harry, Meghan Markle, akan ikut memberikan suara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat pada November 2020 mendatang.

Keputusan Meghan Markle untuk ikut memberikan suara menjadi sejarah baru dalam Kerajaan Inggris.

Baca juga: Meghan Markle Disebut Berniat Calonkan Diri Jadi Presiden AS

Secara tradisional, meskipun memiliki hak suara, anggota keluarga kerajaan harus tetap netral secara politik dengan tidak menggunakan hak suara tersebut.

Meskipun melanggar aturan kerajaan, Meghan Markle membeberkan alasannya mengapa ia memutuskan ikut pemilihan presiden Amerika Serikat.

Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Keluarkan Rp 124 Juta Per Hari untuk Pengamanan

"Aku tahu rasanya punya suara dan juga rasanya tidak punya suara. Saya juga tahu bahwa begitu banyak pria dan wanita telah mempertaruhkan nyawa mereka agar suaranya dapat kita didengar,” kata Meghan Markle, dilansir dari People, Rabu (12/8/2020).

“Dan peluang itu, hak fundamental itu, adalah kemampuan kami untuk menggunakan hak memilih dan membuat semua suara kami didengar," kata Meghan menambahkan.

Meghan dan Pangeran Harry teringat kutipan favorit mereka dari seorang pemimpin gerakan hak memilih di Selandira Baru, Kate Sheppard.

Baca juga: Profil Meghan Markle, Aktris Cantik Istri Pangeran Harry

“Jangan pikir satu suara Anda tidak terlalu penting, hujan yang menyegarkan tanah yang kering hanya terdiri dari satu tetes. Itulah sebabnya saya memilih,” kata istri dari Panggeran Harry ini.

Meskipun Meghan tidak mengatakan siapa yang akan dia pilih, ia sudah terkenal karena sering memberikan dukungan kepada Partai Demokrat dengan mendukung Hilary Clinton dan menentang Donald Trump saat pemilihan Presiden Amerika tahun 2016.

Meghan juga berbicara tentang hak pilih perempuan selama kunjungannya ke Selandia Baru pada 2018.

Baca juga: Pesan Menggugah Meghan Markle dan Pangeran Harry Terkait Corona

Pangeran Harry bersama dengan Meghan Markle dan anaknya, Archie Harisson, pada awal tahun ini mereka memilih tinggal di California, Amerika Serikat dan memutuskan untuk mundur dari tugas kerajaan.


Sumber People
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X