Marsha Timothy dan Vino G Bastian Dipasangkan di Sandiwara Sastra Podcast

Kompas.com - 07/07/2020, 12:27 WIB
Marsha Timothy dalam jumpa pers film Toko Barang Mantan di Gedung MNC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019), KOMPAS.com/IRA GITAMarsha Timothy dalam jumpa pers film Toko Barang Mantan di Gedung MNC, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019),

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan selebritas, Marsha Timothy dan Vino G. Bastian dipersatukan dalam sebuah program Sandirawa Sastra dengan bentuk podcast.

Keduanya akan beradu peran dari novel karya sastra berjudul Helen Menunggu di Amsterdam karya Pidi Baiq.

Marsha Timothy memerankan sebagai Helen, sedangkan Vino sebagai Sukanta.

“Kita berdua ada di Sandirawa sastra berjudul 'Helen Menunggu di Amsterdam', diadaptasi dari novelnya Kang Pidi Baiq. Helen dan Sukanta diahliwahanakan oleh Kang Ahda dan ada Nicholas Saputra sebagai narator kita,” kata Marsha Timothy dalam konfrensi pers virtual via Zoom, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Sheila Timothy: Marsha Kendarai Mobil Enggak Bisa, Motor Enggak Bisa

Marsha Timothy mengatakan, dia harus memakai sedikit bahasa Belanda dalam peran itu.

Beruntungnya, Marsha masih mempunyai keturunan Belanda dari sang nenek. Walaupun, ia masih harus kembali mempelajarinya.

“Ngerti (bahasa Belanda), tapi saya enggak bisa bicara. Setiap hari dipaksa ibu saya ngomong tapi saya enggak bisa dari dulu,” tutur Marsha Timothy.

“Kalau untuk Helen ada beberapa kata yang menggunakan bahasa Belanda, untuk menjelaskan dia memang seorang Belanda yang lahir di Bandung dan besar di sana,” ujar Marsha melanjutkan.

Bagi Marsha Timothy, novel karya Pidi Baiq ini begitu menyentuh perasaannya karena cerita tersebut sama seperti apa yang dialami sang nenek.

Baca juga: Marsha dan Sheila Timothy Tak Pernah Berkelahi Ketika Satu Produksi Film

“Cerita ini buat saya pribadi ada nilai sentimentilnya, karena nenek kakek saya. Ceritanya kurang lebih seperti Helen, ketika warga negara Belanda harus kembali ke Belanda,” tutur Marsha lagi.

Menurut Marsha, ia jadi turut merasakan bagaimana kakeknya sangat mencintai Indonesia dan harus kembali ke Belanda.

"Ketika (kakek) sakit dan menjelang meninggal itupun inginnya dibawa ke sini, meninggal di sini. Saya kayak bisa relate dengan perasaannya Helen,” ungkap Marsha.

Hingga saat ini, sudah 27 aktor yang telah tergabung dalam Sandiwara Sastra dan memainkan peran yang berbeda-beda.

Baca juga: Sambut Usia 4 Dekade, Dian Sastro Berkaca pada Marsha Timothy dan Happy Salma

Sandiwara Sastra merupakan sebuah program kolaborasi Titimangsa Foundation, KawanKawan Media dan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X