Kompas.com - 19/05/2020, 23:16 WIB
Delapan orang pemuda yang diamankan terkait kasus bullying bocah penjual jalangkote akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Pangkep, Senin (18/5/2020). Dokumentasi Polres PangkepDelapan orang pemuda yang diamankan terkait kasus bullying bocah penjual jalangkote akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Pangkep, Senin (18/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis NAFF, Hatna Danarda atau Arda, merasa sedih saat melihat video aksi bullying terhadap Rizal, penjual jalangkote di Sulawesi Selatan. 

Rizal yang berusia 12 tahun menjadi korban perundungan oleh sejumlah pemuda di daerah Sulawesi Selatan saat menjual jalangkote atau gorengan.

Melalui akun Instagram-nya, Arda mengungkapkan alasan kesedihannya saat melihat aksi perundungan itu.

Baca juga: Viral Bocah Penjual Jalangkote Di-bully, Arda Naff: Menetes Langsung Air Mata

"Kenangan masa kecil dan remaja saya begitu dalam, nemenin bungkusin kue, nganterin kue ke pelanggan, nganter ke pasar beli bahan meskipun kadang saya ngomel-ngomel sebab mama saya ini selisih 200 perak seluruh pasar diputerin untuk cari harga termurah," kata Arda di akun Instagram-nya, dikutip Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Saat itu, Arda belum mengerti sepenuhnya arti sebuah perjuangan seorang ibu untuk anaknya.

"Setelah belanja bahan, saya tetep diajak makan tahu tek telor makanan favorit saya, Lah selisih 200 perak tadi gimana ma kok tetap jajanin anaknya? Ya itulah seorang ibu," ujar Arda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Panji Petualang Kutuk Keras Pelaku Bullying terhadap Bocah Penjual Jalangkote

Ayah dua anak ini mengenang saat ia berangkat sekolah dengan menggunakan motor butut sambil menenteng sayur.

"Di saat teman-teman SMP, SMA punya motor bagus-bagus, motor saya pernah diledek spion berdoa. Maklum kadang sedih, remaja sedang berperang mencari jati dirinya," kata Arda.

Ardi sangat bangga melihat kerja keras sang ibunda berjualan saat itu untuk menghidupi anak-anaknya.

Ia juga tak merasa malu berjualan, karena menurutnya penghasilan yang didapatkan dari berjualan bersama sang ibu itu halal bukan dari hasil mengemis.

Baca juga: Bocah Penjual Jalangkote Di-bully , Sarah Azhari: Please, Say No to Bullying!

"Ma, memori yg pernah kita jalani sangat membanggakan, kita hidup karena keringat kita bukan mengemis dan mengiba. Terima kasih sudah mengajari cara berjuang, justru itulah ilmu yg hrsnya dibekali ke anak bahwa hidup selalu harus diupayakan," ujar Arda. 

Suami Tantri KotaK ini akhirnya jadi teringat kue lemper buatan sang ibunda yang selalu disisakan untuk dirinya.

"Tenang di sana, Ma, surga tempatmu, sebentar lagi lebaran, sumpah aku kangen lempermu yg selalu disisakan lebih dari orderan untuk anak lanangmu, Al Fatihah," kata Arda melanjutkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Melihat video viral bocah jualan pastel naik sepeda di bully sampai jatuh kelapangan, seketika saya jadi bocah paling cengeng sedunia, netes langsung air mata saya, remaja itu membantu ibunya tanpa malu dan penuh hormat. Karena memori jualan sangat lekat di hidup saya Mbak Nanik panggilan populer mama saya ketika disematkan banyak orang karena menjajakan nikmatnya aneka kue. Arisan, kenduri, pesta keluarga tak pernah absen kuenya menghiasi meja pelanggan Ngerti banget kerasnya orang dagang, saya beranjak tidur mama saya belum tidur, saya bangun mama saya sudah bangun duluan, terus tidur berapa jam, Ma?Fisiknya dikuras, tapi perjuangan ibu jgn diukur krn sudah pasti mengabdikan hidupnya utk anak-anak yg makmur Kenangan masa kecil dan remaja saya begitu dalam, nemenin bungkusin kue, nganterin kue ke pelanggan, nganter ke pasar beli bahan meskipun kadang saya ngomel-ngomel sebab mama saya ini selisih 200 perak seluruh pasar diputerin utk cari harga termurah, kala itu logika saya belum bersandar sepenuhnya, pdhl setelah belanja bahan, saya tetep diajak makan tahu tek telor makanan favorit saya, Lah selisih 200 perak td gmn ma kok tetap jajanin anaknya? Ya itulah seorang ibu Motor butut jadi saksinya, berangkat ke sekolah kadang masih ada tas di jok motor buat nenteng sayur, disaat teman2 SMP, SMA punya motor bagus2, motor saya pernah diledek spion berdoa. Maklum kadang sedih, remaja sedang berperang mencari jati dirinya Ma, memori yg pernah kita jalani sangat membanggakan, kita hidup karena keringat kita bukan mengemis dan mengiba. Terima kasih sudah mengajari cara berjuang, justru itulah ilmu yg hrsnya dibekali ke anak bahwa hidup selalu harus diupayakan. Tenang disana ma, surga tempatmu, sebentar lagi lebaran, sumpah aku kangen lempermu yg selalu disisakan lebih dari orderan utk anak lanangmu, al fatehah

A post shared by ardanaff (@ardanaff) on May 18, 2020 at 4:30am PDT

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.