Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Kompas.com - 22/01/2022, 19:30 WIB
Ilustrasi harimau freepik.com/wirestockIlustrasi harimau

KOMPAS.com - Rumah mode mewah Gucci menghadapi reaksi keras karena menggunakan harimau sungguhan dalam kampanye iklannya.

Dalam awal bulan ini, desainer Italia meluncurkan koleksi Gucci Tiger untuk merayakan Tahun Macan China, yang dimulai pada 1 Februari mendatang.

Dilansir NDTV, hal ini memicu kontroversi dari pelanggan dan aktivis hak-hak binatang.

Baca juga: Harimau dalam Koleksi Tahun Macan Dr. Martens

Mereka mengungkapkan kekecewaannya atas penggunaan harimau asli untuk pemotretan.

Pernyataan Gucci yang mengklaim tidak ada hewan yang dilukai selama syuting tidak banyak meredakan kemarahan.

Kampanye iklan Gucci menampilkan harimau yang sedang bersantai di permadani dan hinggap di piano.

Dalam keterangan Instagram mereka, Gucci mengatakan bahwa masyarakat Kemanusiaan Amerika, "memantau set di mana hewan hadir dan memverifikasi bahwa tidak ada hewan yang dirugikan."

Baca juga: Serang Penduduk Desa, Seekor Harimau yang Terancam Punah Ditembak Mati Petugas di Malaysia

Namun, beberapa pengguna Instagram mengkritik rumah mode itu karena menggunakan harimau asli.

"Tidak apa-apa memiliki hewan liar dalam iklan," tulis salah satu komentar.

"Jika Anda tidak menggunakan bulu, hentikan penggunaan hewan liar dalam pemasaran. Koleksinya bagus tapi harimau asli tidak," kata yang lain.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Global
WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

Global
Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Global
Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Global
Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Global
Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Global
Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Global
Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Global
Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Global
Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut 'Hadapi' Covid-19

Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut "Hadapi" Covid-19

Global
Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Global
Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Global
Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Global
Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.