Sindir China, AS Puji Afrika Selatan yang Cepat Umumkan Covid-19 Varian Omicron

Kompas.com - 28/11/2021, 12:36 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken saat melakukan pidato sambutan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita di gedung Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, Senin (22/11/2021). POOL/SARAH SILBIGER via AFPMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken saat melakukan pidato sambutan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita di gedung Kementerian Luar Negeri AS, Washington DC, Senin (22/11/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (27/11/2021) memuji Afrika Selatan, karena cepat mengumumkan temuannya tentang Covid-19 varian Omicron.

Kantor berita AFP mewartakan, pujian AS kepada Afsel itu sekaligus menjadi sindiran ke China.

Pujian AS dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken saat berbicara dengan Menter Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan, Naledi Pandor.

Baca juga: Afrika Selatan Mengeluh Dihukum karena Temukan Varian Covid-19 Omicron

Mereka membahas kerja sama dalam memvaksinasi orang-orang di Afrika terhadap Covid-19, kata Kementerian Luar Negeri AS.

"Menteri Blinken secara khusus memuji para ilmuwan Afrika Selatan atas identifikasi cepat varian Omicron, dan Pemerintah Afrika Selatan atas transparansinya dalam membagikan informasi ini, yang seharusnya menjadi model bagi dunia," kata pernyataan itu.

Sejak Donald Trump lalu sekarang Joe Biden, Amerika Serikat berulang kali mengkritik China karena tidak mengungkapkan asal-usul virus corona, yang pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 di kota Wuhan sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Covid-19 hingga 28 November 2021 telah merenggut hampir 5,2 juta nyawa.

Pada Agustus tahun ini intel AS merilis laporan yang mengatakan, tidak bisa menarik kesimpulan kuat tentang asal-usul virus corona - baik di hewan atau laboratorium penelitian - karena China tidak membantu penyelidikan AS.

AS juga menuduh Beijing terlalu lama membagikan informasi penting tentang wabah tersebut, dengan mengatakan bahwa penanganan yang lebih transparan dapat membantu menghentikan penyebaran virus corona.

Pandemi Covid-19 adalah salah satu dari banyak sumber ketegangan terbaru AS-China, selain perdagangan, hak asasi manusia, masalah Taiwan, hingga hal-hal lainnya.

Baca juga: Cerita Daniel Hsu, Pria AS Akhirnya Pulang Setelah 4 Tahun Ditahan di China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.