Korea Utara Haramkan Warganya Baca Berita Musuh yang Dieksekusi Kim Jong Un

Kompas.com - 17/11/2021, 16:55 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan pidato dalam sebuah acara untuk merayakan ulang tahun ke-76 Partai Buruh negara itu di Pyongyang, Korea Utara Minggu, 10 Oktober 2021. KCNA via KNS/APDalam foto yang disediakan oleh pemerintah Korea Utara ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan pidato dalam sebuah acara untuk merayakan ulang tahun ke-76 Partai Buruh negara itu di Pyongyang, Korea Utara Minggu, 10 Oktober 2021.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara disebut melarang warganya untuk membaca artikel mengenai sosok musuh yang dieksekusi pemimpin mereka, Kim Jong Un.

Larangan itu tertuang dalam Undang-undang Penolakan Ideologi dan Budaya Reaksioner yang disahkan 11 bulan lalu.

Dalam aturan itu, termuat larangan bagi warga Korea Utara mengakses buku, film, serial televisi, bahkan musik dari tetangganya, Korea Selatan.

Baca juga: Kim Jong Un Muncul Lagi ke Publik Setelah 35 Hari Tak Ada Kabar

Kini, pakar menyatakan adanya pasal yang mengkriminalisasi usaha mendapatkan laporan sejarah yang dianggap mempermalukan Pyongyang.

Diwartakan oleh The Times, sebagian dari undang-undang tersebut telah dibocorkan oleh para pembelot di Seoul.

Disebutkan dalam aturan itu terdapat larangan untuk menyebarkan atau melihat dokumen yang dianggap tabu oleh pemerintah.

Siapapun yang melanggar terancam dipenjara selama tiga bulan, atau paling parah dimasukkan ke kamp kerja paksa.

Dilansir Daily Star, terdapat sejumlah politisi dan pejabat yang dianggap musuh dan dieksekusi oleh Kim Jong Un.

Di antaranya Jang Song Thaek, pejabat senior sekaligus paman Kim sendiri, yang dibunuh karena "mengaku" membuat plot menjatuhkan keponakannya.

Selain itu, dia juga disorot karena tidak bertepuk tangan secara antusias, dan meminggirkan patung keponakannya.

Hanya dalam beberapa jam, hampir seluruh artikel yang menyebutkan nama Jang dihapus baik oleh Rodong Sinmun maupun situs Uriminzokkiri.

Upaya pembersihan juga menimpa Pak Nam Gi, seorang pejabat keuangan senior yang mengungkapkan finansial negaranya pada 2009.

Kemudian terdapat juga Ri Young Ho, mantan kepala staf Pasukan Rakyat Korea, yang menghilang dari publik pada 2012.

Baca juga: Kim Jong Un Kembali Bikin Khawatir Setelah Tak Kelihatan Selama Sebulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Daily Star
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Global
Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Global
Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Global
Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Global
CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

Global
26 Januari 1950: Republik India Berdiri

26 Januari 1950: Republik India Berdiri

Global
Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Global
Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Global
Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Global
AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

Global
Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.