22 Pekerja Terjebak di Bawah Tanah Setelah Tambang Emas China Meledak

Kompas.com - 13/01/2021, 20:58 WIB
Ilustrasi tambang emas. (Shutterstock) Ilustrasi tambang emas. (Shutterstock)

BEIJING, KOMPAS.com - Sebanyak 22 pekerja dilaporkan terjebak di bawah tanah setelah adanya ledakan pada tambang emas di timur laut China.

Kantor berita Xinhua melaporkan pada Selasa (12/1/2021), Otoritas China telah mengirim tim penyelamat ke tempat kejadian.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (10/1/2021) di Xicheng, yang terletak di timur Provinsi Shandong.

Baca juga: Gas Karbon Monoksida Bocor di Tambang Batu Bara China, 18 Orang Tewas

Dalam sebuah posting media sosial, surat kabar Global Times mengutip otoritas Shandong yang mengatakan bahwa petugas penyelamat sejauh ini tidak dapat menghubungi para petambang yang terjebak.

Menurut Xinhua, ledakan tersebut merusak sistem sinyal komunikasi di bawah tanah, sehingga menghalangi komunikasi.

Xinhua melaporkan berdasarkan laporan tahunan 2019, tambang tersebut dimiliki oleh Shandong Wukailong Investment. Atas nama Zhaojin Mining, petambang emas terbesar keempat di China, sebagai pihak terkait atau anak perusahaan dari rekanan.

Baca juga: Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Tambang China termasuk yang paling mematikan di dunia, menurut Al Aljazeera.

Pada Desember, setidaknya 18 orang juga tewas setelah terperangkap di tambang di kota Chongqing di barat daya China. Itu adalah kecelakaan kedua di kawasan itu hanya dalam selang waktu dua bulan.

Korban tewas termasuk di antara 24 orang yang terperangkap di bawah tanah. Mereka tewas akibat gas karbon monoksida yang berlebihan di tambang batubara Diaoshuidong.

Pada September, setidaknya 16 orang tewas setelah karbon monoksida tingkat tinggi menjebak para petambang di tambang batu bara Songzao di Chongqing.


Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

PBB Tekan Negara Teluk Beri Bantuan Rp 50 Triliun Lebih untuk Kelaparan Skala Besar di Yaman

Global
Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Dokumen 'Sangat Rahasia' Ungkap Detail Keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam Pembunuhan Khashoggi

Global
Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Joe Biden Akan Segera Berbicara dengan Raja Salman dan Rilis Laporan Intelijen Pembunuhan Khashoggi

Global
Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Warga Singapura Mengaku Siksa dan Bunuh Asisten Rumah Tangganya

Global
[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

[POPULER GLOBAL] Media Asing Sorot Indonesia Sasaran Baru Amuk Massa Myanmar | Tak Peduli Sekitar Sepasang Sejoli Berhubungan Seks di Taman Kota

Global
Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Perempuan Berdaya: Noor Inayat Khan, Mata-mata Bangsawan Muslim India yang Dibunuh Nazi

Global
Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Trump Disebut Hasilkan Rp 22,5 Triliun Selama 4 Tahun Jadi Presiden AS

Global
Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Pasangan Ini Berhubungan Seks di Taman Umum, Tak Peduli Meski Ada Anak-anak

Global
Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Menlu dari Junta Militer Myanmar Berdiskusi dengan Thailand dan Indonesia

Global
Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Tato Wajah Aung San Suu Kyi Jadi Tren Atribut Massa Anti-Kudeta Militer Myanmar

Global
Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Raja Malaysia Izinkan Parlemen Bersidang, Pukulan Telak bagi PM Muhyiddin Yassin

Global
Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Rusia Pamer Laboratorium Senjata Biologis yang Diubah Jadi Pabrik Vaksin Covid-19, Begini Isinya

Global
Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Pria Ini Menginap di Hotel Mewah Setelah Istrinya Jatuh dari Ketinggian 304 Meter

Global
Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Demi Selamatkan Seorang Gadis, Pasangan Ini Donor Darah di Hari Pernikahan Mereka

Global
Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Geng Kriminal Bentrok di Penjara, Sedikitnya 75 Narapidana Tewas

Global
komentar
Close Ads X