Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

India Lengah, Tidak Gencar Vaksinasi Saat Kasus Covid-19 Turun

NEW DELHI, KOMPAS.com - Infeksi Covid-19 di India dikhawatirkan bisa naik menjadi 500.000 per hari bahkan sebelum mencapai puncak gelombang kedua.

Sebanyak 2.263 kematian dan 332.730 kasus baru Covid-19 lainnya dilaporkan di India kemarin. Tapi pengujian Covid-19 yang dilakukan secara terbatas meragukan total tersebut sesuai dengan fakta di lapangan.

Saat ini India mencatat satu dari tiga kasus Covid-19 di seluruh dunia.

Padahal Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan pada Februari bahwa negara itu 'menginspirasi dunia' dengan perang Covid-nya. Mereka mengumumkan kemenangan ketika ada sekitar 11.000 kasus sehari.

Lonjakan tersebut dipicu oleh varian “mutan ganda”, yang dianggap lebih menular. Tetapi Namun, ahli virologi terkemuka India, Shahid Jameel mengatakan “terlalu banyak” mutasi telah tercipta.

Dia mengklaim tingkat infeksi spiral dipengaruhi oleh kurangnya pesan bagi orang untuk mengambil vaksinasi pada Januari dan Februari ketika jumlah kasus turun.

"Jadi, jika ada pelajaran yang harus dipelajari di sini, Anda harus berjaga-jaga. Anda harus bersiap.”

“Kami seharusnya menyampaikan pesan dengan jelas kepada orang-orang untuk mengambil vaksin pada bulan Januari dan Februari ketika kasusnya menurun.”

“Jika itu (vaksinasi) terjadi dalam skala besar pada waktu itu, maka kita tidak akan menghadapi situasi ini hari ini.”

“Banyak hal yang tidak beres, tetapi alih-alih ‘menangisi susu yang tumpah’, saya pikir penting untuk mempelajari beberapa pelajaran, mendapatkan beberapa data yang baik, dan merencanakan masa depan karena ini bukanlah akhir dari semuanya.

Bisa capai 500.000 kasus

Total infeksi menandai penghitungan satu hari tertinggi di antara negara mana pun sejak dimulainya pandemi. Sementara bagi India itu adalah jumlah terbanyak kedua kalinya dalam beberapa hari.

Namun, ahli virologi terkemuka Shahid Jameel memperingatkan bahwa India masih belum mencapai puncak gelombang kedua. Penelitian menunjukkan infeksi mungkin akan mencapai 500.000 kasus per hari pada minggu pertama Mei.

“Orang-orang yang melakukan studi kasus memperkirakan India akan mencapai puncaknya menjelang akhir minggu pertama Mei, dan kami mungkin naik hingga sekitar 500.000 kasus per hari, mungkin lebih,” katanya kepada Radio 4.

Tingkat kematian India saat ini per 100.000 kasus adalah 1,14 persen. Artinya jika negara tersebut mencapai puncak yang diantisipasi itu, ada potensi 5.700 kematian per hari.

Rumah sakit di seluruh India tertekan dalam gelombang kedua yang ganas. Beberapa kehabisan oksigen dan menolak pasien karena terlalu penuh.

Dr Jameel, yang juga menjabat sebagai Direktur Trivedi School of Biosciences di Ashoka University, mengatakan negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar orang itu perlu menahan lonjakan dengan “merawat sebanyak mungkin orang di rumah.”

Dia menambahkan, pemerintah perlu melakukan segala cara yang mungkin untuk mempercepat pasokan oksigen dan obat-obatan bagi mereka yang membutuhkan.

Dia mengungkapkan keadaan sekarang menyedihkan, dengan keluarga mati-matian mencari persediaan medis.

Daily Mail pada Sabtu (24/4/2021) melaporkan, orang-orang telah mengemis oksigen atau bantuan medis di media sosial, dan kerumunan orang berkumpul di luar rumah sakit, dengan beberapa meninggal di tandu saat mereka menunggu.

Pada Rabu (21/4/2021), sebanyak 22 pasien meninggal di sebuah rumah sakit di Maharashtra, ketika pasokan oksigen mereka habis setelah tangki bocor. Kemarin 13 pasien Covid-19 lainnya meninggal ketika kebakaran terjadi di rumah sakit Mumbai.

"Keluarga saya telah melalui pengalaman yang mengerikan dalam seminggu terakhir, kami memiliki sepupu di rumah sakit yang meninggal dua hari yang lalu dan setiap 24 jam ada ancaman pemutusan oksigen," kata Dr Jameel.

“Pada akhirnya dia tidak berhasil (diselamatkan), tetapi penyiksaan mental terhadap kerabat yang mencari oksigen tidak tertahankan. Sayangnya situasinya sangat buruk, kami lengah dan itulah mengapa kami berada dalam situasi ini.”

https://www.kompas.com/global/read/2021/04/24/173840970/india-lengah-tidak-gencar-vaksinasi-saat-kasus-covid-19-turun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke