Carolina Marin Tawarkan Seluruh Medalinya ke Tim Medis Spanyol, Termasuk Medali Olimpiade

Kompas.com - 09/07/2020, 12:20 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin mengembalikan bola ke arah lawan asal  Indonesia, Dinar Dyah Ayustine dalam laga babak pertama Indonesia Master di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018). Carolina Marin menang dengan dua gim 21-12, 21-13. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putri Spanyol, Carolina Marin mengembalikan bola ke arah lawan asal Indonesia, Dinar Dyah Ayustine dalam laga babak pertama Indonesia Master di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/2018). Carolina Marin menang dengan dua gim 21-12, 21-13.


KOMPAS.com - Pebulu tangkis tunggal putri asal Spanyol, Carolina Marin, ingin memberikan seluruh medalinya pada petugas medis yang bekerja di garda terdepan dalam memerangi Covid-19 di tanah kelahirannya.

Dilansir dari Indian Express, pebulu tangkis asal Spanyol itu baru-baru ini menghubungi staf di dua rumah sakit yakni Virgen del Mar di Madrid dan Sanitas Cima di Barcelona.

Setelah berinteraksi melalui video call, Marin mengaku tersentuh dengan dedikasi para petugas medis dalam memerangi pandemi virus corona.

Baca juga: Carolina Marin Ingin Pecahkan Rekor pada Olimpiade Tokyo

"Di sebelah Anda, saya bukan siapa-siapa," kata Carolina Marin.

Marin juga menambahkan bahwa para tim medis merupakan pemenang sejati. Karena itu, dia menawarkan semua medalinya termasuk medali emas Olimpiade Rio 2016 untuk para tim medis.

Bagi Marin, tim medis layak mendapatkan apresiasi dan penghargaan atas semua kerja kerasnya selama pandemi virus corona ini.

"Saya menawarkan semua medali saya karena mereka adalah pahlawan sejati. Mereka layak mendapatkan setiap tepuk tangan dan penghargaan," ungkap pemain berusia 26 tahun ini.

"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka. Tim medis melakukan pekerjaan yang luar biasa dan mempertaruhkan hidup mereka setiap hari untuk melayani banyak orang," ucap Marin menambahkan.

"Pandemi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, ada banyak kisah yang menginspirasi kita semua. Kembali ke lapangan, bermain, dan menang, akan menjadi cara untuk berterima kasih kepada para pejuang ini," ujar Carolina Marin.

Baca juga: BWF Tidak Takut Kejuaraan Dunia Badminton Kalah Gengsi dari Olimpiade

Sementara itu, Marin mengaku tidak sabar kembali ke lapangan pertandingan.

Selain Olimpide, pebulu tangkis tunggal putri peringkat keenam dunia itu juga sangat menantikan turnamen bergengsi Kejuaraan Dunia.

Kejuaraan Dunia akan digelar di kampung halaman Marin, tepatnya di Huelva, Spanyol, 29 November-5 Desember 2021.

"Saya akan bermain di hadapan publik sendiri di turnamen besar untuk pertama kalinya," kata Marin.

"Saya akan mencoba memberikan warga Huelva tontonan yang berkualitas saat mereka datang untuk mendukung saya," ujar Carolina Marin.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X