Sebelum Kualifikasi Olimpiade, Tim Bulu Tangkis Malaysia Fokus ke Thomas-Uber

Kompas.com - 29/05/2020, 18:40 WIB
Pebulu tangkis Malaysia, Lee Zii Jia, beraksi pada laga kontra Kento Momota di Kejuaraan Dunia BWF 2019 di Basel, Swiss, pada 23 Agustus 2019. AFP/FABRICE COFFRINIPebulu tangkis Malaysia, Lee Zii Jia, beraksi pada laga kontra Kento Momota di Kejuaraan Dunia BWF 2019 di Basel, Swiss, pada 23 Agustus 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Skuad bulu tangkis Malaysia memilih untuk fokus lebih dulu ke Piala Thomas-Uber 2020 sebelum menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Dikutip dari BolaSport.com, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), resmi mengumumkan regulasi terkini mengenai kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

Tak hanya itu, BWF juga telah merilis regulasi terbaru tentang kualifikasi Paralimpiade Tokyo 2020.

Dilansir BolaSport.com dari laman olympics.bwfbadminton.com, regulasi terbaru yang terdiri dari 8 poin ini telah mendapat persetujuan dari Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (International Paralympic Committee/IPC).

Salah satu poin penting dari regulasi terkini yang dirilis BWF ialah masa kualifikasi jilid kedua untuk Olimpiade Tokyo 2020 akan berlangsung pada pekan pertama sampai ke-17 tahun 2021.

Dikutip BolaSport.com dari New Straits Times, Direktur Kepelatihan BAM, Wong Choong Hann, mengatakan tim Malaysia akan menjadikan Piala Thomas-Uber 2020 sebagai prioritas.

"Fokus kami adalah menghadapi Piala Thomas dan Uber lebih dulu. Para pemain sudah harus siap pada bulan September," kata Wong.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Flandy Limpele Ingin Bawa Ganda Putra Malaysia Tembus 3 Besar Dunia

"Para pemain harus sudah mendapatkan kembali perasaan bertanding mereka, jadi kami tak bisa menunggu lama. Hanya saja, lebih cepat ada informasi soal Olimpiade, lebih bagus," tuturnya melanjutkan.

Piala Thomas-Uber 2020 akan berlangsung pada 3-11 Oktober mendatang di Aarhus, Denmark.

Menurut Wong, BAM masih tidak ingin buru-buru membuat strategi terkait proses kualifikasi Olimpiade yang baru.

"Kami belum tahu kebijakan perjalanan dan prosedur standar di negara lain. BAM sudah punya gambaran kasar, tetapi tidak mau membuat keputusan buru-buru sebelum mengetahui detail kualifikasi yang baru," ucap dia lagi.

Kualifikasi Olimpiade Tokyo seharusnya berlangsung dari April 2019 hingga April 2020.

Wabah pandemi covid-19 membuat seluruh turnamen ditangguhkan hingga Juli, dan Olimpiade Tokyo mundur dari 2020 ke 2021. (Lariza Oky Adisty)


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X