Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Pria 68 Tahun yang Diklaim Sembuh dari HIV dan Kanker Usai Transplantasi Sel Punca dengan Mutasi Genetik

Kompas.com - 01/03/2024, 10:30 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seorang pria asal California, Amerika Serikat (AS), Paul Edmonds (68) dinyatakan sembuh dari HIV dan kanker darah atau leukimia.

Edmonds dinyatakan sembuh setelah menjalani transplantasi sel punca dari donor yang memiliki mutasi genetik langka dan membuat pengidapnya kebal terhadap virus HIV.

Ia mendapatkan donor transplantasi sel punca pada 2019 atau setelah 31 tahun mengidap HIV sejak 1988, dikutip dari ABC News, Jumat (29/7/2022).

Selama ini Edmonds merupakan salah satu pasien yang dirawat di City of Hope, salah satu organisasi penelitian dan pengobatan kanker terbesar di AS.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (28/2/2024), Edmonds adalah orang kelima di dunia sekaligus tertua, yang telah dikonfirmasi berada dalam kondisi remisi untuk leukemia myelogenous akut dan HIV.

Seorang profesor klinis di Divisi Penyakit Menular di City of Hope, Jana K. Dickter mengumumkan kabar suka cita ini.

“Kami sangat senang memberi tahu dia bahwa HIV-nya sudah dalam tahap remisi dan dia tidak perlu lagi memakai terapi antiretroviral yang telah dia jalani selama lebih dari 30 tahun,” ujar Dickter.

Berita kesembuhan Edmonds juga telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Baca juga: Pria Swiss yang Disebut Pasien Jenewa Diklaim Jadi Orang Ke-6 yang Sembuh dari HIV


Baca juga: Viral, Unggahan Ruam Merah di Kulit Disebut Tanda HIV, Benarkah?

Kisah Paul Edmonds melawan HIV dan kanker

Dalam video YouTube, Edmonds berharap pengalamannya dapat memberikan harapan kepada orang dengan HIV.

Sebelum sembuh, ia merasa seolah-olah telah dijatuhi hukuman mati ketika didiagnosis mengidap HIV dan Aids pada 1988.

Edmonds menjalani terapi antiretroviral HIV, yang menurunkan tingkat virus hingga ke tingkat yang tidak terdeteksi. Namun, pengobatan yang umum dilakukan tersebut tidak berhasil menyembuhkannya dari HIV.

HIV masih bersarang, Edmonds didiagnosis mengidap leukemia myelogenous akut (AML) atau biasa dikenal dengan kanker darah.

Ia lantas menerima transplantasi sel punca di City of Hope yang memiliki mutasi genetik langka, CCR5 Delta 32 homozigot, pada awal 2019 untuk kanker darah.

CCR5 adalah reseptor pada sel kekebalan CD4+, dan HIV menggunakan reseptor tersebut untuk masuk dan menyerang sistem kekebalan.

Nah, mutasi CCR5 yang ada, memblokir jalur tersebut, yang menghentikan HIV memasuki sel dan bereplikasi.  

Halaman:

Terkini Lainnya

Potret Rwanda, Dulu Hadapi Genosida Terparah, Kini Berubah Jadi Negara Terbersih di Dunia

Potret Rwanda, Dulu Hadapi Genosida Terparah, Kini Berubah Jadi Negara Terbersih di Dunia

Tren
Gaji Karyawan Dipotong 3 Persen Dana Tapera, Berlaku Mulai Kapan?

Gaji Karyawan Dipotong 3 Persen Dana Tapera, Berlaku Mulai Kapan?

Tren
Nomophobia dan Urgensi Detoks Dunia Digital

Nomophobia dan Urgensi Detoks Dunia Digital

Tren
Rincian Biaya Kuliah Universitas Mercu Buana 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah Universitas Mercu Buana 2024/2025

Tren
Kisruh Penangkapan Pegi dan Penghapusan DPO Pembunuhan Vina, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polda Jabar

Kisruh Penangkapan Pegi dan Penghapusan DPO Pembunuhan Vina, Kompolnas Akan Minta Klarifikasi Polda Jabar

Tren
Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Tren
Berapa Lama Durasi Jalan Kaki untuk Mengecilkan Perut Buncit?

Berapa Lama Durasi Jalan Kaki untuk Mengecilkan Perut Buncit?

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 28-29 Mei 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 28-29 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Tanda Kolesterol Tinggi yang Kerap Diabaikan | Bantah Bunuh Vina, Pegi Tetap Diancam Hukuman Mati

[POPULER TREN] Tanda Kolesterol Tinggi yang Kerap Diabaikan | Bantah Bunuh Vina, Pegi Tetap Diancam Hukuman Mati

Tren
Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Matahari Tepat di Atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Tren
Kekuasaan Sejarah

Kekuasaan Sejarah

Tren
Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Kisah Alfiana, Penari Belia yang Rela Sisihkan Honor Demi Berhaji, Jadi Salah Satu Jemaah Termuda

Tren
Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Jokowi Luncurkan Aplikasi Terpadu INA Digital, Bisa Urus SIM, IKD, dan Bansos

Tren
Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Biaya UKT Universitas Muhammadiyah Maumere, Bisa Dibayar Pakai Hasil Bumi atau Dicicil

Tren
Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Pegi Bantah Telah Membunuh Vina, Apakah Berpengaruh pada Proses Hukum?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com