Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Respons Partai-partai di Parlemen soal Wacana Hak Angket DPR

Kompas.com - 22/02/2024, 10:00 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyuarakan wacana penggunaan hak angket DPR untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.

Menurutnya, dugaan itu perlu diusut oleh DPR sebagai bentuk fungsi kendali dan pengawasan. Karenanya, dia mengimbau partai-partai di parlemen untuk mempertimbangkan hak angket.

"Dalam hal ini, DPR dapat memanggil pejabat negara yang mengetahui praktik kecurangan tersebut, termasuk meminta pertanggung jawaban KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) selaku penyelenggara Pemilu," kata Ganjar dalam keterangannya, Senin (19/2/2024) lalu.

Lantas, bagaimana respons para partai di parlemen atas usulan penggunaan hak angket DPR untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024?

Baca juga: Kata Kubu Anies dan Prabowo soal Ganjar Dorong Hak Angket Kecurangan Pemilu 2024


PDI-P

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid menyatakan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah meminta agar rencana penggunaan hak angket DPR terkait dugaan kecurangan Pilpres 2024 dibicarakan dengan matang.

Untuk itu, pihaknya membentuk tim khusus bernama Tim Pembela Demokrasi dan Keadilan (TPDK) Ganjar-Mahfud.

Diberitakan Kompas.id, Senin, Arsjad menyerahkan keputusan penggunaan hak angket DPR kepada hasil koordinasi tim tersebut.

Sementara itu, politisi PDI-P Andreas Hugo Pareira menyatakan partainya masih fokus terhadap proses penghitungan suara usai Pemilu 2024.

Namun, dia memahami Ganjar mengusulkan hak angket karena melihat banyak manipulasi, sehingga perlu dibahas oleh DPR.

“Kita masih fokus pada proses penghitungan ini dan ini akan menunjukkan pada rakyat bahwa kita konsisten dengan pemilu yang fair, pemilu yang adil, jujur, bukan hanya ketika proses penghitungan tapi juga bagaimana sejak awal, artinya sebelum tanggal 14 Februari, 14 Februari, dan pasca-14 Februari,” ucapnya, diberitakan Kompas TV, Selasa (20/2/2024).

Baca juga: Mengenal Hak Angket DPR RI, Syarat, dan Fungsinya

PPP

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo didampingi Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa saat menghadiri acara kampanye akbar atau Hajatan Rakyat di Lapangan Bola Tamanagung, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2024).Dokumentasi Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo didampingi Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa saat menghadiri acara kampanye akbar atau Hajatan Rakyat di Lapangan Bola Tamanagung, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2024).
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy mengatakan, kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 perlu dibuktikan menggunakan hak angket atau interpelasi.

"Tentu ini kita kaji. PPP masih mengkaji dan menunggu," ujarnya, dalam acara Satu Meja Kompas TV, Rabu (21/2/2024).

Untuk membuat usulan hak angket diterima, dia mengakui butuh kesepahaman dengan partai-partai lain yang mengusung paslon 1 dan 3.

Sebab, koalisi partai tersebut di parlemen memenuhi syarat setengah dari jumlah anggota DPR yang bisa mengajukan hak angket.

Baca juga: Menakar Peluang Terwujudnya Hak Angket yang Diwacanakan terkait Dugaan Kecurangan Pemilu 2024...

PKS

Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan, PKS akan mengkaji dan membahas usulan penggunaan hak angket DPR bersama partai lain dalam Koalisi Perubahan.

Halaman:

Terkini Lainnya

Diserang Rudal Iran, Ini Gambaran Sistem Pertahanan Udara Israel

Diserang Rudal Iran, Ini Gambaran Sistem Pertahanan Udara Israel

Tren
Modus Penipuan Salah Transfer ke Rekening Pribadi, Ini yang Harus Dilakukan

Modus Penipuan Salah Transfer ke Rekening Pribadi, Ini yang Harus Dilakukan

Tren
Sirene Peringatan Terdengar di Israel Usai Serangan Udara Iran

Sirene Peringatan Terdengar di Israel Usai Serangan Udara Iran

Tren
Prakiraan BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 14-15 April 2024

Prakiraan BMKG: Wilayah Ini Berpotensi Dilanda Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 14-15 April 2024

Tren
Iran Luncukan 100 Drone ke Israel, Irak-Lebanon Tutup Wilayah Udara

Iran Luncukan 100 Drone ke Israel, Irak-Lebanon Tutup Wilayah Udara

Tren
[POPULER TREN] TNI Selidiki Pria Mengaku Adik Jenderal yang Tabrak Mobil Warga | Cara Daftar Beli Elpiji Pakai KTP, Ditutup Mei 2024

[POPULER TREN] TNI Selidiki Pria Mengaku Adik Jenderal yang Tabrak Mobil Warga | Cara Daftar Beli Elpiji Pakai KTP, Ditutup Mei 2024

Tren
Iran Meluncurkan Serangan Drone ke Arah Israel

Iran Meluncurkan Serangan Drone ke Arah Israel

Tren
Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Aksi Heroik Polisi Wanita Sendirian Lawan Pelaku Penusukan Massal di Sydney, Australia

Tren
Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Kuil Setinggi 36,5 Meter Runtuh Saat Festival Keagamaan di India

Tren
Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Bahaya Kesepian terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Tren
Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Cerita Mencekam Saksi Mata Insiden Penusukan Massal di Mal Sydney, Australia

Tren
Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Mengapa Wilayah Maluku Disebut Sebagai Kepulauan Rempah-rempah? Berikut Sejarahnya

Tren
Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Kemenlu Pastikan Tidak ada WNI Jadi Korban Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Insiden Penusukan Massal di Mal Australia, 6 Orang Meninggal Dunia

Tren
Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Daftar Perangkat Ponsel yang Dapat Menggunakan eSIM Telkomsel

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com