DARI sekian banyak judul buku yang membingungkan otak bebal saya adalah sebuah buku serial terbitan New Scientist dengan judul “How Long Is Now”.
Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, maka judul buku itu kira-kira menjadi “Berapa Lama Sekarang”.
Pertanyaan “berapa lama sekarang” sekilas terkesan sederhana saja, setara sederhana dengan pertanyaan “berapa lama aku harus menunggu kamu” atau “berapa lama perjalanan darat lewat jalan tol dari Jakarta ke Surabaya“ yang memang bisa mudah dijawab dengan ukuran waktu menit atau jam.
Namun setelah direnung lebih jauh, pertanyaan “berapa lama sekarang” ternyata tidak terlalu mudah untuk dijawab sebab apa yang disebut sebagai “sekarang” merupakan sesuatu tak benda abstrak yang sama sulit bahkan sama mustahil ditafsirkan secara obyektif setara dengan apa yang disebut sebagai “waktu”.
Makna yang terkandung di dalam istilah kontemporer, yakni “jaman now” memang dapat diterjemahkan sebagai masa kini atau masa sekarang. Namun mengenai berapa lama sekarang kita tetap bisa berdebat sampai mulut habis berbuih di akhir zaman.
Bisa saja kita memaksakan diri untuk bilang "sekarang ya sekarang", yaitu pada saat kita bilang sekarang.
Namun pada saat kita berhenti bilang sekarang sebenarnya sang sekarang an sich sudah berlalu alias lewat menjadi sekarang di saat kita bilang sekarang adalah sekarang, maka sebenarnya sekarang sudah berubah menjadi masa lalu alias menjadi bukan sekarang lagi meski sebutannya tetap sekarang.
Penzonaan waktu bikin masalah makin rumit. Misalnya, di Jakarta kita bilang bahwa sekarang adalah pukul 12.20 Waktu Indonesia Barat, maka sekarang di Denpasar adalah pukul 13.20 Waktu Indonesia Timur akibat Denpasar terletak di timur Jakarta.
Sementara di Singapura yang terletak di barat laut Jakarta sekarang adalah sama dengan Denpasar yang terketak di timur Jakarta, yaitu pukul 13.20 dan sekarang di Los Angeles 23.20 serta sekarang di Basse Terre 01.20.
Sementara saya menulis naskah tentang sekarang ini planet bumi terus berputar maka yang namanya waktu juga terus bergerak maju ke masa depan sebelum ditemukan teknologi yang bisa memutar balik waktu untuk bergerak mundur ke masa lalu.
Di dalam buku berjudul “How Long Is Now” itu juga hanya ada ulasan yang mengambang ke sana ke mari dipandang dari berbagai aspek, namun tidak ditemukan jawaban yang paripurna sempurna tepat dan tegas terhadap pertanyaan “How Long Is Now”.
Maka saya tidak malu untuk mengaku tidak sanggup menjawab pertanyaan berapa lama sekarang, namun sambil tetap optimistis memiliki harapan bahwa ada di antara para pembaca naskah termuat di Kompas.com ini ternyata mampu menjawab pertanyaan berapa lama sekarang.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.