Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dewi YuliaAnggraini
ASN Badan Pusat Statistik

ASN BPS yang sedang menempuh Tugas Belajar di UI

Regsosek, Upaya Menuju Satu Data Perlindungan Sosial

Kompas.com - 02/12/2022, 11:08 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PELAKSANAAN pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), yang sedang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak pertengahan Oktober 2022 hingga saat ini, terkesan berjalan sendiri dan tidak mempunyai tujuan maupun aturan yang jelas.

Beberapa pihak menganggap bahwa pendataan itu mubazir karena proyek kolaborasi yang menghabiskan anggaran negara cukup besar tersebut mengalami tumpang tindih dengan tujuan pendataan program perlindungan sosial lainnya. Padahal pendataan tersebut merupakan prasyarat utama reformasi sistem perlindungan sosial bagi seluruh penduduk sebagaimana yang tertera pada Rencana Kinerja Pemerintah (RKP) tahun 2021 dan 2022.

Baca juga: Data Regsosek di Papua Masih 44,2 Persen, BPS Terkendala Kondisi Geografis dan Keamanan

Alasan pelaksanaan Regsosek

Pemerintah berupaya untuk menyediakan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan melalui Regsosek. Selanjutnya basis data tersebut dapat terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya dari level pusat hingga tingkat desa/kelurahan.

Dasar hukum pendataan Regsosek adalah Undang-Undang (UU) Statistik Nomor 16 tahun 1997 beserta peraturan pemerintah dan peraturan presiden di bawahnya. Pendataan Regsosek merupakan bagian dari statistik sektoral yang dilakukan secara sensus.

Pada Pasal 12 ayat 3 UU Statistik tersebut dinyatakan bahwa apabila statistik sektoral dilakukan dengan cara sensus dan berskala nasional, maka pelaksanaannya harus diselenggarakan oleh BPS. Selain itu, pelaksanaan pendataan Regsosek juga didasari oleh Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Perpres Nomor 86 tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, Perpres Nomor 85 tahun 2021 tentang RKP 2022, serta peraturan lain di bawahnya.

Pendataan Regsosek dilakukan melalui gugus tugas yang melibatkan lima kementerian lainnya selain BPS. Lima kementerian tersebut adalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bapenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Alasan pemerintah melakukan pendataan Regsosek adalah untuk memperbaiki data program perlindungan sosial yang selama ini dinilai belum efektif dalam pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2021, ditemukan sebanyak 1,9 juta rumah tangga miskin ekstrem tidak menerima program sembako. Hasil survei tersebut juga sejalan dengan temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkapkan bahwa bantuan sosial selama tahun 2020 hingga 2021 telah disalurkan kepada Keluarga Penenerima Manfaat (KPM) yang tidak tepat sasaran sehingga menyebabkan kerugian negara hingga Rp 6,93 triliun.

Karena itu, dalam pidato RUU APBN TA 2023, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima bantuan melalui Regsosek.

Baca juga: Kejar Awak Kapal hingga Manusia Gerobak, Regsosek di Bangka Digelar Semalam Suntuk

Pada tahun 2022 ini, agenda pelaksanaan Regsosek adalah tahap persiapan data. BPS melakukan pendataan awal Regsosek di seluruh daerah di Indonesia. Kementerian Sosial melakukan updating Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga melakukan pendataan keluarga.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Festival Up Helly Aa, Tradisi Bakar Kapal Viking Skotlandia

Mengenal Festival Up Helly Aa, Tradisi Bakar Kapal Viking Skotlandia

Tren
Viral, Video Mobil Pikap Terbakar Saat Isi BBM, Pertamina: Diduga karena Modifikasi Tangki Bensin

Viral, Video Mobil Pikap Terbakar Saat Isi BBM, Pertamina: Diduga karena Modifikasi Tangki Bensin

Tren
Penjelasan Polisi soal Mobil Penabrak Mahasiswa UI Berganti Warna Cat Putih

Penjelasan Polisi soal Mobil Penabrak Mahasiswa UI Berganti Warna Cat Putih

Tren
5 Makanan dan Minuman Pemicu Diare, Apa Saja?

5 Makanan dan Minuman Pemicu Diare, Apa Saja?

Tren
Jadwal Sidang Vonis Ferdy Sambo Cs, Apa Hukuman yang Akan Diberikan Hakim?

Jadwal Sidang Vonis Ferdy Sambo Cs, Apa Hukuman yang Akan Diberikan Hakim?

Tren
Cara Memilih Sayuran yang Berkualitas, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Cara Memilih Sayuran yang Berkualitas, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Tren
Akun Mengaku Kapolres Cari Warganet Pengkritik Kasus Mahasiswa UI, Humas Polres Ende: Akun Palsu!

Akun Mengaku Kapolres Cari Warganet Pengkritik Kasus Mahasiswa UI, Humas Polres Ende: Akun Palsu!

Tren
Ibu Kota Negara yang Baru dan Imajinasi Sosiologis

Ibu Kota Negara yang Baru dan Imajinasi Sosiologis

Tren
Apa Penyebab Hujan Masih Turun di Sejumlah Daerah? Ini Penjelasan BMKG

Apa Penyebab Hujan Masih Turun di Sejumlah Daerah? Ini Penjelasan BMKG

Tren
Penyebab Induk Kucing Tidak Mau Merawat Anaknya, Apa Solusinya?

Penyebab Induk Kucing Tidak Mau Merawat Anaknya, Apa Solusinya?

Tren
Ramai Kekhawatiran Akun Autobase Akan Berguguran karena Kebijakan Baru Twitter, Apa yang Terjadi?

Ramai Kekhawatiran Akun Autobase Akan Berguguran karena Kebijakan Baru Twitter, Apa yang Terjadi?

Tren
5 Tips Atasi Diare yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah, Apa Saja?

5 Tips Atasi Diare yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah, Apa Saja?

Tren
Peserta Program Petani Milenial Jabar Mengaku Dirugikan dan Didatangi Pihak Bank, Pemprov Jabar Angkat Bicara

Peserta Program Petani Milenial Jabar Mengaku Dirugikan dan Didatangi Pihak Bank, Pemprov Jabar Angkat Bicara

Tren
Mengapa Penderita Diabetes Sering Pusing?

Mengapa Penderita Diabetes Sering Pusing?

Tren
Tak Termasuk Mobil Audi A6, Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,58 Miliar

Tak Termasuk Mobil Audi A6, Kekayaan Kompol D Mencapai Rp 1,58 Miliar

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+