Harga dan Efikasi Vaksin Sinopharm yang Digunakan dalam Vaksinasi Gotong-royong Kimia Farma

Kompas.com - 12/07/2021, 06:30 WIB
Ilustrasi vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China. SHUTTERSTOCK/Steve HeapIlustrasi vaksin Sinopharm yang diproduksi perusahaan farmasi China.

KOMPAS.com- PT Kimia Farma Tbk akan membuka layanan Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu atau vaksinasi berbayar mulai Senin (12/7/2021).

Program vaksinasi gotong-royong ini diputuskan akan menggunakan vaksin buatan Sinopharm

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Kimia Farma Diagnostik Agus Chandra menyebutkan 8 klinik yang akan melayani vaksinasi berbayar.

Baca juga: Besok, Ini 15 Daerah Luar Jawa-Bali yang Akan Terapakan PPKM Darurat

 

Klinik vaksinasi gotong-royong individu yaitu:

  • Klinik KFD di Pulo Gadung (Jakarta Timur),
  • KFD Senen (Jakarta Pusat),
  • KF Blok M (Jakarta Selatan),
  • KF Supratman (Bandung),
  • KF Citarum (Semarang),
  • KF Sukoharjo (Solo),
  • KF Sedati (Surabaya),
  • KF Batubulan (Bali).

"Total kapasitas VGR individu dari delapan klinik ini sebanyak 1.700 peserta per hari," kata Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya disebutkan dalam Permenkes Nomor 19 Tahun 2021, bahwa vaksinasi gotong royong merupakan vaksinasi bagi individu atau perorangan yang pendanaannya dibebankan kepada yang bersangkutan.

Selain itu, vaksinasi gotong royong juga diperuntukkan kepada karyawan, keluarga, atau individu lain terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada badan hukum atau badan usaha.

Baca juga: Seminggu PPKM Darurat Kenapa Angka Kasus Masih Tinggi? Ini Evaluasi Epidemiolog

Tentang vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm adalah vaksin Covid-19 yang menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk memicu kekebalan terhadap virus, tanpa memiliki risiko respons penyakit serius.

Melansir laman WHO, uji coba fase 3 multi-negara telah menunjukkan bahwa dua dosis Sinopharm dengan interval 21 hari memiliki efikasi sebesar 79 persen terhadap Covid-19.

Vaksin Sinopharm telah mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menyatakan vaksin tersebut aman digunakan. 

Harga vaksin Sinopharm

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm dijelaskan, harga pembelian vaksin produksi Sinopharm tersebut sebesar Rp 321.660 per dosis.

Selain itu, ada pula tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Untuk pelaksaan vaksinasi sendiri, setiap penerima bakal mendapatkan dua kali dosis vaksin. Artinya, harga vaksin gotong royong yang harus dibayarkan per individu adalah sebesar Rp 879.140 untuk dua kali dosis vaksin.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinopharm Efektif 79 Persen, Ini Perbandingannya dengan Vaksin Lainnya

Perbandingan dengan Sinovac dan AstraZeneca

Dibandingkan dengan dua vaksin lain yang telah digunakan di Indonesia saat ini (Sinovac dan AstraZeneca), vaksin Sinopharm memiliki efikasi yang lebih tinggi.

Dua dosis vaksin Sinovac diketahui memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran sebesar 65,3 persen.

Sementara vaksin AstraZeneca memiliki efikasi sebesar 62 persen pada orang yang menerima dua dosis penuh dan mendekati 90 persen pada orang yang menerima satu setengah atau satu dosis penuh.

AstraZeneca menggunakan dua persentase ini untuk menarik rata-rata tingkat efikasi 76 persen, dikutip dari Healthline.

Sementara itu, efek samping yang ditimbulkan ketiga vaksin tersebut yang paling umum adalah rasa sakit dan nyeri di tempat suntikan.

Baca juga: Profil Vaksin Sinopharm yang Disetujui WHO, Kemanjuran hingga Harganya

Efek vaksin Sinopharm

Untuk vaksin Sinopharm, efek samping serius yang munkin terjadi adalah mual, gangguan neurologis langka, dan pembekuan darah. Namun, kondisi itu sangat jarang terjadi.

Umumnya, efek yang dirasakan oleh penerima adalah sakit kepala, kelelahan, dan reaksi tempat suntikan.

Adapun vaksin Sinovac, ada sakit dan nyeri di tempat suntikan adalah efek samping yang paling umum.

Reaksi sistemik lain vaksin Sinovac yang dilaporkan adalah kelelahan, diare, dan kelemahan otot.

Sementara vaksin AstraZeneca memiliki efek samping umum, seperti nyeri tempat suntikan, sakit kepala, dan demam.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Mengenal Vaksin Sinopharm dan CanSino

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.