Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/06/2021, 08:05 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Beredar klaim di media sosial Facebook yang menyebutkan Matahari terbit dari utara pada Kamis (17/6/2021).

Salah satu pengunggahnya adalah akun Facebook Ardan dangnga official.

Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim dalam informasi itu perlu diluruskan.

Narasi yang beredar

Akun Facebook Ardan dangnga official membagikan video sekelompok guru yang tengah menonton Matahari di sekolah.

Orang dalam video itu, mengatakan, Matahari saat itu terbit dari utara. Mereka mengabarkan dari Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Kamis (17/6/2021).

Selain itu, klaim dalam video itu, menyebutkan, fenomena Matahari terbit dari utara itu aneh, karena baru terjadi pertama kali. Saat video itu diambil dikatakan baru pukul 08.00 pagi.

Akun Facebook Ardan dangnga official memberi judul video tersebut: "TANDA-TANDA KIAMAT".

Sementara itu narasinya, "MATAHARI TERBIT DARI UTARA DI KAB. JENE'PONTO"

Video itu diunggah pada Jumat (18/6/2021). Hingga kini video itu telah disukai lebih dari 500 kali, dikomentari lebih dari 40 kali, dan ditayangkan lebih dari 28.000 kali.

Konfirmasi Kompas.com

Tim Cek Fakta Kompas.com mengonfirmasi hal tersebut kepada peneliti di Pussainsa LAPAN, Andi Pangerang.

Dia meluruskan klaim video tersebut. Matahari bukan terbit dari utara, melainkan timur-timur laut (arah di antara timur dan timur laut).

"Narasinya berlebihan. Sebenarnya tidak tepat di utara ataupun timur laut, melainkan di antara arah timur dan timur laut," kata Andi pada Kompas.com, Jumat (18/6/2021).

Ketika matahari berada di belahan utara, yakni antara 22 Maret (sehari setelah Ekuinoks Maret) hingga 22 September (sehari sebelum Ekuinoks September), maka bisa dipastikan Matahari dapat terbit di arah timur hingga timur-timur laut dan terbenam di barat hingga barat-barat laut.

Dia menjelaskan, di daerah Jeneponto fenomena terbitnya matahari di arah timur-timur laut memang akan berlangsung dalam beberapa hari ini.

"Dan berada di timur laut sekitar pukul 10 WITA, sedangkan matahari berada di utara pada pukul 12 WITA," ujar Andi.

Andi mengatakan, Matahari yang terbit dari arah timur hingga timur-timur laut tak hanya terjadi di Jeneponto.

"Ini terjadi di seluruh wilayah Indonesia yang memang terletak di antara 6 derajat LU (Lintang Utara) hingga 11 derajat LS (Lintang Selatan)," ujar dia.

Andi mengimbau, masyarakat khususnya di Jeneponto, agar tidak memercayai kabar yang belum tentu benar.

"Fenomena Matahari yang terbit dari arah timur-timur laut ini fenomena yang wajar terjadi setiap tahunnya menjelang Solstis (titik balik matahari) Juni. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan," ujar dia.

Selain itu, dia mengimbau agar tidak mengaitkan fenomena ini dengan tanda-tanda akhir zaman.

Karena secara astronomis, fenomena ini dapat dijelaskan dari sisi sains dan memang rasional/masuk akal.

Sebelumnya diberitakan, BMKG juga memberikan tanggapannya. Menurut BMKG, fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah. Itu adalah fenomena Gerak Semu Matahari (GSM).

Kesimpulan

Berdasarkan konfirmasi Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim yang disebarkan oleh akun Facebook Ardan dangnga official tentang Matahari terbit dari utara perlu diluruskan.

Matahari tidak terbit tepat dari utara, akan tetapi dari arah timur-timur laut (arah di antara timur dan timur laut).

Secara astronomis, fenomena ini dapat dijelaskan secara sains dan rasional/masuk akal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Mengenal Mycoplasma, Bakteri yang Disebut Jadi Penyebab Kasus Pneumonia Misterius di China

Mengenal Mycoplasma, Bakteri yang Disebut Jadi Penyebab Kasus Pneumonia Misterius di China

Tren
Jarang Diketahui, Ini 8 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Daun Mangga

Jarang Diketahui, Ini 8 Manfaat Rutin Minum Air Rebusan Daun Mangga

Tren
Link dan Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PLD Kemendesa 2023

Link dan Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi PLD Kemendesa 2023

Tren
Sengkarut, Investigasi yang Menguak Sisi Tergelap Manusia

Sengkarut, Investigasi yang Menguak Sisi Tergelap Manusia

Tren
Bisakah Penumpang Kereta Ekonomi Pilih Kursi yang Tidak Hadap Mundur?

Bisakah Penumpang Kereta Ekonomi Pilih Kursi yang Tidak Hadap Mundur?

Tren
Mengenal Negara-negara Transkontinental yang Wilayahnya Ada di Dua atau Lebih Benua

Mengenal Negara-negara Transkontinental yang Wilayahnya Ada di Dua atau Lebih Benua

Tren
Cara Cek Data DTKS Sudah Terdaftar atau Belum agar Dapat Bansos

Cara Cek Data DTKS Sudah Terdaftar atau Belum agar Dapat Bansos

Tren
Fenomena 'Full-Time Children' di China, Anak Muda Pilih Tidak Kerja tapi Digaji Orangtua

Fenomena "Full-Time Children" di China, Anak Muda Pilih Tidak Kerja tapi Digaji Orangtua

Tren
Sebabkan RS Penuh, Ini Dugaan Penyebab Pneumonia Misterius di China

Sebabkan RS Penuh, Ini Dugaan Penyebab Pneumonia Misterius di China

Tren
Ramai soal Standar Ganteng Tergantung Zaman, Sosiolog: Produk Sosial dan Budaya Masyarakat

Ramai soal Standar Ganteng Tergantung Zaman, Sosiolog: Produk Sosial dan Budaya Masyarakat

Tren
Gmail dan Akun Google yang Tak Aktif Akan Dihapus pada 1 Desember 2023

Gmail dan Akun Google yang Tak Aktif Akan Dihapus pada 1 Desember 2023

Tren
Cara Daftar Face Recognition Boarding Kereta Api lewat Aplikasi Access by KAI

Cara Daftar Face Recognition Boarding Kereta Api lewat Aplikasi Access by KAI

Tren
AC atau Kipas Angin, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan? Ini Risetnya

AC atau Kipas Angin, Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan? Ini Risetnya

Tren
Tidak Dianjurkan Resign Kurang dari Setahun Kerja, Ini Risiko dan Cara Aman Melakukannya

Tidak Dianjurkan Resign Kurang dari Setahun Kerja, Ini Risiko dan Cara Aman Melakukannya

Tren
SWDKLLJ Disebut Bisa Dicairkan hingga Rp 50 Juta, Ini Penjelasan Jasa Raharja

SWDKLLJ Disebut Bisa Dicairkan hingga Rp 50 Juta, Ini Penjelasan Jasa Raharja

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com