Cara dan Syarat Daftar Ulang Mahasiswa Baru di Unud, Unhas, dan Unmul

Kompas.com - 15/08/2020, 18:45 WIB
Peserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) di SMA Negeri 3 Jakarta Selatan, Setiabudi, Selasa (7/7/2020). UNJ sebagai salah satu Pusat UTBK Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyelenggarakan ujian dalam dua tahap yakni pada tanggal 5-12 Juli 2020 dan 20-27 Juli 2020 dengan jumlah total peserta sebanyak 42.463 orang dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPeserta mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) di SMA Negeri 3 Jakarta Selatan, Setiabudi, Selasa (7/7/2020). UNJ sebagai salah satu Pusat UTBK Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyelenggarakan ujian dalam dua tahap yakni pada tanggal 5-12 Juli 2020 dan 20-27 Juli 2020 dengan jumlah total peserta sebanyak 42.463 orang dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

KOMPAS.com - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 pada Jumat (14/8/2020).

Dari jumlah pendaftar sebanyak 702.420 orang, hanya 167.653 peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN.

Sebanyak 85 perguruan tinggi negeri (PTN) menyaring mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN 2020.

Baca juga: Daftar Link untuk Melihat Hasil Pengumuman SBMPTN 2020

Peserta SBMPTN 2020 yang lolos sebagai calon mahasiswa baru diwajibkan melakukan registrasi ulang.

Proses ini harus dipenuhi agar yang bersangkutan secara resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru di perguruan tinggi tersebut dan bisa mengikuti proses penerimaan mahasiswa baru yang berlaku.

Berikut ini cara dan syarat registrasi atau daftar ulang untuk tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Universitas Udayana (Unud), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Universitas Mulawarman (Unmul):

1. Universitas Udayana (Unud)

Gedung Rektorat Universitas Udayana (Unud)Unud.ac.id Gedung Rektorat Universitas Udayana (Unud)

Berdasarkan laman resmi Unud, berikut ini tahapan registrasi mahasiswa baru Unud jalur SBMPTN 2020:

  1. Setiap calon mahasiswa diwajibkan mengisi data pada Form UKT secara online melalui laman https://e-registrasi.unud.ac.id/auth/login dengan melakukan login terlebih dahulu. Login menggunakan Nomor Peserta sebagai Username dan Tanggal Lahir sebagai password.
  2. Pengisian Form UKT secara online dilakukan mulai 15-21 Agustus 2020.
  3. Data-data yang diisi pada form UKT ini adalah benar, objektif, dan dilakukan dengan jujur. Apabila pada kemudian hari ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, yang bersangkutan akan diberikan sanksi bahkan akan diberhentikan statusnya sebagai mahasiswa Universitas Udayana.
  4. Data yang diisi pada Form UKT dijadikan sebagai dasar oleh Tim Verifikasi UKT untuk menentukan Kelompok UKT yang dikenakan kepada calon mahasiswa.
  5. Calon mahasiswa yang tidak mengisi form UKT secara online pada waktu yang ditentukan, akan dikenakan UKT kelompok tertinggi.
  6. Khusus calon mahasiswa yang lulus seleksi melalui Jalur KIP Kuliah, wajib menyiapkan tambahan dokumen yang di-scan dalam bentuk PDF.

Baca juga: Lolos SBMPTN 2020, Ini Cara dan Syarat Daftar Ulang di Unair, UB, dan ITS

Dokumen yang di-scan dalam bentuk PDF untuk jalur KIP:

  • Scan Kartu peserta dan formulir pendaftaran program KIPK yang dicetak dari sistem KIP Kuliah Kemendikbud.
  • Scan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah/Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
  • Scan Foto Keluarga/Rumah

Daftar Nama Peserta yang dinyatakan lolos seleksi dapat dilihat di sini.

Contoh form isian UKT dapat dilihat di sini.

Baca juga: Pengumuman SBMPTN 2020, Simak Link Berikut...

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Riset: 500.000 Bayi Meninggal dalam Setahun karena Polusi, Ini Bahayanya...

Riset: 500.000 Bayi Meninggal dalam Setahun karena Polusi, Ini Bahayanya...

Tren
Matematika Trending di Twitter, Bagaimana Sejarahnya?

Matematika Trending di Twitter, Bagaimana Sejarahnya?

Tren
Hari Santri 2020, Berikut Sejarah Penetapannya hingga Siapa yang Disebut Santri

Hari Santri 2020, Berikut Sejarah Penetapannya hingga Siapa yang Disebut Santri

Tren
Mengenal Pasukan Marinir TNI yang Kawal Pulang Massa Pedemo Tolak Omnibus Law di Jakarta

Mengenal Pasukan Marinir TNI yang Kawal Pulang Massa Pedemo Tolak Omnibus Law di Jakarta

Tren
Saat Demonstran di Thailand Berkoordinasi dengan Bahasa Isyarat Baru

Saat Demonstran di Thailand Berkoordinasi dengan Bahasa Isyarat Baru

Tren
Simak, Ini Beragam Hal yang Bisa Menggugurkan Kelulusan CPNS

Simak, Ini Beragam Hal yang Bisa Menggugurkan Kelulusan CPNS

Tren
Viral, Video Mahasiswa Gunakan High Heels dan Bergaya Bak Model Saat Wisuda

Viral, Video Mahasiswa Gunakan High Heels dan Bergaya Bak Model Saat Wisuda

Tren
Jika Lolos CPNS 2019, Ini Persyaratan Administrasi yang Harus Dipersiapkan

Jika Lolos CPNS 2019, Ini Persyaratan Administrasi yang Harus Dipersiapkan

Tren
Di Balik Viralnya Jargon Dangdut, 'Tarik Sis, Semongko', seperti Apa Ceritanya?

Di Balik Viralnya Jargon Dangdut, "Tarik Sis, Semongko", seperti Apa Ceritanya?

Tren
Mengenang 11 Tahun Kepergian Meggy Z, seperti Apa Perjalanan Hidupnya?

Mengenang 11 Tahun Kepergian Meggy Z, seperti Apa Perjalanan Hidupnya?

Tren
Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Tren
Cara Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta hingga Cara Mengeceknya

Cara Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta hingga Cara Mengeceknya

Tren
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Tren
[KLARIFIKASI] Video Susi Pudjiastuti Diklaim Pimpin Demo Tolak UU Cipta Kerja

[KLARIFIKASI] Video Susi Pudjiastuti Diklaim Pimpin Demo Tolak UU Cipta Kerja

Tren
Libur Panjang Akhir Oktober 2020, Epidemiolog: Ujian Berikutnya untuk Indonesia

Libur Panjang Akhir Oktober 2020, Epidemiolog: Ujian Berikutnya untuk Indonesia

Tren
komentar
Close Ads X