Sesepuh Sebut Karma Baik, Apa Penjelasan Rendahnya Kasus Covid-19 di Bali?

Kompas.com - 03/05/2020, 15:20 WIB

KOMPAS.com - Pandemi virus corona Covid-19 mendera hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia.

Wabah ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, China dan kemudian kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lainnya di belahan dunia.

Bali, merupakan kawasan wisata yang menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara saat mengunjungi Indonesia. Wisman dari berbagai macam negara bisa dengan mudah ditemui di sana.

Ada 900.000 turis asing hingga Februari

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Bali mencatat pada Januari 2020, total warga negara asing yang masuk Bali mencapai 542.230. 

Dari jumlah tersebut warga China mendominasi dengan jumlah 113.646. Kemudian, diikuti Australia sebanyak 105.575 dan India 30.324. Selebihnya berasal dari Rusia, Korea Selatan, Inggris, hingga Amerika Serikat.

Baca juga: Bali Jadi Pulau Paling Populer di Dunia

Kemudian pada Februari 2020, jumlah warga asing yang masuk ke Bali turun menjadi 367.107 orang. Tiga besar negara lainnya yakni Autralia 80.077, India 30.056, dan Jepang 22.688. Sementara warga China yang ke Bali pada Februari jumlahnya 4.820 orang.

Namun meskipun banyak dikunjungi wisatawan asing termasuk dari China, angka kasus Covid-19 di Pulau Dewata itu terpantau cenderung rendah jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.

Kasus virus corona 237 positif

Berdasarkan data Pemerintah melalui laman covid19.go.id per Minggu (3/5/2020) total kasus di Bali ada di angka 237, jauh di bawah DKI Jakarta yang mencapai 4.397 kasus. Angka kematian juga masih ada di angka yang relatif rendah, yakni 5 kasus, sementara lebih dari 120 kasus telah dinyatakan sembuh.

Padahal, sebelumnya Bali diprediksi akan menjadi salah satu titik persebaran terparah Covid-19 di Indonesia. Lalu, apa penjelasan yang dapat disampaikan untuk kondisi ini?

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (2/5/2020) tanda-tanda penyebaran masif virus corona di Bali tidak begitu terlihat meskipun setelah muncul pelarangan wisatawan asing. Kehidupan di ibu kota Provinsi, Denpasar, juga berlangsung dengan normal.

Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Bali Anjlok Hampir 100 Persen

Berbagai pendapat mengemuka

Ilustrasi Bali. Dok. Kemenparekraf Ilustrasi Bali.

Dalam diskusi yang muncul, ada pendapat yang menyebutkan imunitas penduduk dan sisi mistis dari pulau itu yang membuat Bali minim kasus Covid-19.

Pimpinan Masyarakat Hindu Indonesia, Gede Wanasari mengatakan Bali bisa selamat karena karma baik dan doa-doa yang dipanjatkan masyarakatnya.

Dia juga menyebut masakan tradisional masyarakat Bali banyak terbuat dari bahan-bahan herbal yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Sementara dari perspektif medis, Ahli Epidemiologi dari Universitas Padjadjaran, Dr. Panji Hadisoemarto tidak menampik imunitas masyarakat Bali berperan besar dalam menahan persebaran penyakit di pulau itu.

"Ketika Covid-19 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, saya pikir Bali akan menjadi salah satu tempat pertama yang terkena dampak paling parah, karena semua turis China (ada di sana)," kata Panji.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.