Dari Perang hingga Wabah Penyakit, Ini 4 Peristiwa yang Pernah Sebabkan Penyesuaian Ibadah

Kompas.com - 28/04/2020, 02:28 WIB
Umat muslim memakai masker pelindung untuk mencegah penularan virus korona, saat tiba di Masjidil Haram, kota suci Mekkah, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ganoo Essa/AWW/djo ANTARA FOTO/REUTERS/STRINGERUmat muslim memakai masker pelindung untuk mencegah penularan virus korona, saat tiba di Masjidil Haram, kota suci Mekkah, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ganoo Essa/AWW/djo

KOMPAS.com - Wabah virus corona yang kini tengah menjangkiti hampir seluruh negara di dunia telah banyak memengaruhi kehidupan manusia, termasuk dalam beribadah.

Pada bulan Ramadhan seperti saat ini, umat Islam harus menyesuaikan pelaksanaan ibadah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Misalnya, diminta untuk tak berbuka puasa bersama, tidak shalat berjamaah di masjid, dan sebagainya. 

Masjid-masjid di dunia ditutup, ibadah umrah ditangguhkan tanpa batas waktu, dan sederetan penyesuaian lainnya.

Merujuk ke belakang, bukan hanya kali ini peristiwa ini terjadi. Selain virus corona, ada sejumlah peristiwa lain yang pernah membuat umat Islam melakukan penyesuaian dalam beribadah.

Serbuan suku Qurmatian (930 Masehi)

Dilansir dari Aljazeera, Kamis (23/4/2020), Mekkah pernah diserang oleh suku Qurmatian yang berbasis di Arab Timur (sekarang Bahrain) pada 930 Masehi.

Penyerangan oleh sekitar 30.000 orang itu telah membuat pelaksanaan ibadah haji dibatalkan. Pemimpinnya Abu Tahir al-Jannabi.

Seorang sarjana Islam dan pemimpin imam di Pusat Islam Irlandia di Dublin, Umar al-Qadri, mengatakan, serangan Qurmatian adalah insiden penting dan bersejarah.

Tak hanya menyerang Mekkah, mereka juga tidak menghormati simbol-simbol Islam yang sangat sakral.

Hajar Aswad, batu berwarna hitam di sudut Ka'bah dijarah dan potongan-potongannya dicuri.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X