Rusia Dilarang Ikut Olimpiade Tokyo dan Piala Dunia Qatar 2022

Kompas.com - 10/12/2019, 21:33 WIB
Bangunan Komite Olimpiade Rusia terlihat di Moskow, Rusia setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyerahkan larangan empat tahun ke Rusia untuk acara olahraga besar termasuk Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Dunia 2022 pada 09 Desember 2019 Bangunan Komite Olimpiade Rusia terlihat di Moskow, Rusia setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyerahkan larangan empat tahun ke Rusia untuk acara olahraga besar termasuk Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Dunia 2022 pada 09 Desember 2019

KOMPAS.com - Rusia telah dilarang untuk mengikuti kompetisi olahraga internasional selama 4 tahun berturut-turut. Ini berarti, Rusia tidak dapat tampil di Olimpiade Tokyo pada musim panas mendatang ataupun Piala Dunia sepak bola tahun 2022 di Qatar.

Melansir The Guardian, pertemuan darurat yang dilakukan oleh World Anti-Doping Agency (WADA) pada hari Senin (9/12/2019), secara bulat memutuskan untuk mengecualikan Rusia dan menolaknya menjadi tuan rumah di setiap turnamen internasional.

Keterangan tersebut juga diumumkan dalam akun Twitter resmi dari WADA.

Pelarangan ini diberlakukan oleh komite eksekutif WADA setelah Rusia diketahui merusak data laboratorium.

Data ini diserahkan ke WADA sebagai syarat mengakhiri larangan tiga tahun sebelumnya atas kasus doping dari negara.

Manipulasi Hasil Laboratorium

Awal mula pelarangan adalah 4 tahun lalu setelah sebuah konspirasi terkuak pada Olimpiade Sochi tahun 2014 kepada publik.

Hanya beberapa bulan setelahnya, terungkap kegagalan Rusia dalam menyembunyikan fakta-fakta termasuk manipulasi hasil tes yang dilakukannya.

Keputusan ini dinilai menjadi respons yang berani dan kuat dari WADA.

Akan tetapi, yang membuat Rusia semakin dinilai buruk adalah upaya yang dilakukan saat proses resolusi dari pelanggaran yang dilakukan saat Olimpiade Sochi.

Sebagai bentuk resolusi atas kasus Sochi, Rusia setuju untuk menyerahkan hasil tes dopingnya dari laboratorium Moskow. Namun, kemudian terbukti bahwa hasil tes tersebut dimanipulasi dengan hasil yang diubah atau dihapus.

Akibatnya, hasil tes dari 145 atlet yang dicurigai menggunakan doping tidak dapat diketahui.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X