5 Kebijakan Garuda Indonesia di Era Ari Askhara yang Jadi Sorotan Para Awak Kabin...

Kompas.com - 10/12/2019, 06:16 WIB
Komunitas BMW MOCI ramaikan peluncuran armada baru Garuda, Airbus A330-900 Neo. IstimewaKomunitas BMW MOCI ramaikan peluncuran armada baru Garuda, Airbus A330-900 Neo.

KOMPAS.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau kerap disapa Ari Askhara.

Pencopotan Ari dilakukan setelah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dibawa secara ilegal di pesawat baru milik Garuda berjenis Airbus A3330-900 Neo.

Dalam pesawat yang terbang dari Perancis itu, ada Ari di dalamnya.

Pencopotan Ari disambut gembira oleh awak kabin Garuda Indonesia. Bahkan, ada beberapa karangan bunga dukungan dan apresiasi atas keputusan Menteri BUMN Erick Thohir.

Respons para awak kabin ini tak terlepas dari sejumlah kebijakan Ari Askhara yang dinilai kontroversial.

Berikut beberapa kebijakan Ari Askhara yang dinilai kontroversial, beberapa di antaranya diungkapkan para awak kabin, dirangkum dari sejumlah pemberitaan Kompas.com:

1. Memindah para bawahan yang melakukan kesalahan

Sekertaris Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Jacqueline Tuwanakotta, mengatakan, selama era kepemimpinan Ari, para awak kabin merasa bekerja dalam tekanan.

Ia mengungkapkan, jika awak kabin melakukan kesalahan, manajemen Garuda Indonesia akan langsung memindahtugaskan para awak kabinnya.

Hal ini membuat para awak kabin merasa terancam.

“Lakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba di-grounded, tidak boleh terbang,” kata dia, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Awak Kabin Garuda Adukan Dosa-dosa Ari Askhara ke Erick Thohir

2. Bekerja di luar batas

Kebijakan lainnya yang dianggap memberatkan para awak kabin adalah kebijakan Ari tentang jam kerja para awak kabin yang di luar batas.

Jacqueline mencontohkan, ketika melakukan layanan penerbangan Jakarta-Sydney.

“Itu harusnya tiga hari, tapi jadi PP (pulang pergi). Itu memberi dampak tidak bagus kepada awak kabin," kata Jacqueline.

Kebijakan ini membuat sejumlah awak kabin mengalami sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

3. Tak diberi fasilitas penginapan

Pada masa kepemimpinan Ari Askhara, para pramugari juga tak diberi fasilitas penginapan saat melayani penerbangan ke Australia.

Salah satu pramugari, Hersanti, mengungkapkan, ia baru bertugas di penerbangan Jakarta-Melbourne.

“Delapan belas jam saya harus bekerja buka mata dan lain-lain,” ujar Hersanti.

Hersanti mengatakan, peraturan itu berlaku sejak Agustus 2019.

“Kami manusia, bukan robot, sebaiknya kami dilakukan seperti manusia, harus tidur,” kata Hersanti.

Baca juga: Pramugari Garuda Minta Erick Thohir Sapu Bersih Orang Dekat Ari Askhara

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemerintah China Tutup Akses Transportasi

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemerintah China Tutup Akses Transportasi

Tren
Mengenal Virus Corona, Masih Keluarga SARS dan MERS Sebabkan Pneumonia

Mengenal Virus Corona, Masih Keluarga SARS dan MERS Sebabkan Pneumonia

Tren
Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Virus Corona

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Virus Corona

Tren
INFOGRAFIK: Mengenal KRI Alugoro-405, Kapal Selam Pertama Produksi Anak Negeri

INFOGRAFIK: Mengenal KRI Alugoro-405, Kapal Selam Pertama Produksi Anak Negeri

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Elizabeth Blackwell, Dokter Perempuan Pertama di Era Modern

Hari Ini dalam Sejarah: Elizabeth Blackwell, Dokter Perempuan Pertama di Era Modern

Tren
Kemenag Umumkan Aturan Wajib, Jadwal dan Lokasi SKD CPNS, Peserta Perhatikan Ini

Kemenag Umumkan Aturan Wajib, Jadwal dan Lokasi SKD CPNS, Peserta Perhatikan Ini

Tren
Soal Program Hapus Tato di Polres Talaud, Polri: Terbuka untuk Siapapun

Soal Program Hapus Tato di Polres Talaud, Polri: Terbuka untuk Siapapun

Tren
[POPULER TREN] Jadwal SKD CPNS 2019 | Viral Surat Edaran Iuran bagi Nonpribumi di Surabaya

[POPULER TREN] Jadwal SKD CPNS 2019 | Viral Surat Edaran Iuran bagi Nonpribumi di Surabaya

Tren
Erick Thohir Tunjuk Triawan Munaf untuk Perbaiki Citra Garuda, Seperti Apa Detailnya?

Erick Thohir Tunjuk Triawan Munaf untuk Perbaiki Citra Garuda, Seperti Apa Detailnya?

Tren
Virus Corona China Merebak, Simak Imbauan Kemenlu untuk WNI di Kota Wuhan

Virus Corona China Merebak, Simak Imbauan Kemenlu untuk WNI di Kota Wuhan

Tren
Catat, Badan Intelijen Negara Umumkan Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS 2019

Catat, Badan Intelijen Negara Umumkan Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS 2019

Tren
Takut Tertular Virus Corona, Toko di Jepang Larang Turis China Berbelanja

Takut Tertular Virus Corona, Toko di Jepang Larang Turis China Berbelanja

Tren
KKP Umumkan Jadwal Daftar Ulang dan Tes SKD CPNS 2019, Ini Rinciannya

KKP Umumkan Jadwal Daftar Ulang dan Tes SKD CPNS 2019, Ini Rinciannya

Tren
Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS 2019 di Kementerian ESDM Diumumkan, Ini Detailnya

Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS 2019 di Kementerian ESDM Diumumkan, Ini Detailnya

Tren
Indonesia Riwayatmu Kini, Cerita Natuna hingga Tony Blair

Indonesia Riwayatmu Kini, Cerita Natuna hingga Tony Blair

Tren
komentar
Close Ads X