Menilik Kembali Demo Mahasiswa dan Pelajar, Pengamat Sebut Beda Ranah

Kompas.com - 02/10/2019, 19:00 WIB
Puluhan pelajar melakukan aksi unjuk rasa di belakang gedung DPR, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019). KOMPAS.com/BONFILIO MAHENDRA PUTRAPuluhan pelajar melakukan aksi unjuk rasa di belakang gedung DPR, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Demonstrasi yang melibatkan pelajar dan mahasiswa beberapa hari lalu berakhir ricuh. Setidaknya sejumlah pelajar diamankan dan beberapa di antaranya terluka akibat keikutsertaan dalam aksi ini.

Namun pelibatan pelajar dalam sejumlah aksi massa di berbagai daerah ini mengundang berbagai komentar.

Ada yang berpendapat jika aksi massa yang melibatkan pelajar sah-sah saja. Namun ada pula yang beranggapan jika hal ini menyalahi aturan.

Kompas.com menanyakan pendapat pengamat pendidikan Darmaningtyas mengenai hal ini. Melalui keterangan tertulis, Darmaningtyas menerangkan, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan pelajar memiliki ranah yang berbeda.

"Meskipun sama-sama aksi unjuk rasa, tapi beda ranah antara unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa dengan pelajar," ucap Darmaningtyas, Rabu (2/10/2019).

Menurutnya aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan bagian dari pendidikan politik mereka.

Baca juga: Ananda Badudu Sempat Stop Penggalangan Dana untuk Aksi Demo Mahasiswa

Dia menerangkan, rektor perguruan tinggi yang membiarkan mahasiswanya melakukan aksi demonstrasi berarti memberikan kebebasan untuk menyalurkan aspirasi.

Namun, jika unjuk rasa tersebut melibatkan siswa sekolah menengah, maka merupakan bagian dari pelanggaran terhadap perlindungan anak.

"Sehingga apapun alasannya tidak bisa diterima oleh akal sehat," tutur Darmaningtyas.

Dengan demikian, ia menerangkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi layak memberikan sanksi kepada sekolah yang membiarkan siswanya turun ke jalan.

Namun demikian, ia menekankan, demonstrasi pelajar mungkin dapat diterima jika tuntutan yang disampaikan terkait dengan tidak terpenuhinya hak-hak mereka sebagai pelajar. Namun untuk isu nasional, ia berpendapat, tidak etis jika melibatkan pelajar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X