Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tips untuk Mempercepat Kehamilan

KOMPAS.com - Bagi sebagian pasangan, memiliki momongan atau anak merupakan hal yang dinanti-nantikan di dalam suatu keluarga.

Apalagi jika pasangan tersebut telah merencanakan jauh-jauh hari untuk memiliki anak.

Namun, ada juga pasangan yang sudah merencanakan memiliki anak, namun tidak kunjung mendapat hasil yang memuaskan karena tidak memperhatikan tanggal masa kesuburan sang istri.

Lantas, apa saja tips untuk mempercepat kehamilan?

Dokter spesialis kandungan RSPI Puri Indah, dr Thomas Chayadi mengatakan, masa kesuburan merupakan masa di mana perempuan mulai menghasilkan sel telur di mana jika telur tersebut dibuahi maka akan menjadi calon bayi.

Jika pada masa subur telur tidak dibuahi, maka sel telur akan luruh dari rahim dan dibuang melalui vagina.

"Masa subur itu di mana perempuan mengeluarkan telur, itu telurnya bisa jadi benih atau dibuang, kalau masa subur sudah lewat akan meluruh," ujar Thomas kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Terkait masa subur, Thomas menganjurkan agar calon ibu memperhatikan makanan yang dapat mempercepat terjadinya kehamilan.

Menurutnya, makanan yang berpengaruh baik dalam terjadinya kehamilan harus mengandung makronutrien dan mikronutrien.

Ia menjelaskan dua kandungan ini berperan penting dalam proses terjadinya kehamilan.

"Orang yang akan menjalani masa kehamilan baiknya mengurangi makanan yang mengandung glikemik dan serat berlebih karena akan mengganggu terjadinya ovulasi," ujar dokter yang juga bekerja di RSIA Grand Family PIK, Jakarta, ini.

Ia juga menjelaskan, jika perempuan yang sering mengonsumsi kacang-kacangan dan diet protein yang seimbang maka akan berpengaruh baik dalam pembuahan.

Kandungan makronutrien yang diperlukan, yakni karbohidrat, protein, dan lemak.

Sementara untuk mikronutrien terdiri dari asam folat, vitamin D, dan zat besi.

"Tiga peran ini dapat menangkal hal-hal yang dapat mengganggu proses perkembangan sel telur, seperti pembelahan sel yang kurang baik, peningkatan kadar stres oksidatif, dan kematian sel," katanya lagi.

Selain itu, Thomas mengungkapkan bahwa jika ingin sukses dalam proses terjadinya pembuahan, maka sebaiknya pasangan menghindari lemak berlebih atau obesitas.

"Perempuan obesitas berisiko 3 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesuburan, penurunan kualitas sel telur, dan menurunkan kualitas embrio, serta meningkatkan risiko keguguran" kata dia.

Oleh karena itu, Thomas menyarankan agar perempuan dengan kelebihan berat badan harus memperbaiki status gizinya untuk mengembalikan fungsi kesuburan dan dampak buruk lainnya.

Tidak hanya berlaku untuk orang dengan kelebihan berat badan, sebaliknya, orang yang memiliki berat badan yang terlalu rendah atau terlalu kurus juga dapat menyebabkan terganggunya proses pembuahan.

3. Pengaruh hormon

Di sisi lain, ada faktor yang dapat memengaruhi proses terjadinya pembuahan, yakni hormon.

Thomas menyampaikan, apabila kita mengonsumsi makanan dengan makronutrien dan mikronutrien yang seimbang, maka akan berpengaruh juga pada penyeimbangan hormon, terutama hormon seks.

Hormon seks yang dimaksud antara lain, esterogen dan progesteron pada perempuan, dan testosteron pada laki-laki.

"Misalnya jika si perempuan terlalu kurus dan kekurangan lemak, maka proses pembentukan hormon terutama hormon seks akan terganggu," kata dia.

"Sebab, kurus dan kekurangan lemak dan berpengaruh pada proses pembentukan hormon seks terganggu, maka keseluruhan hormon juga akan terganggu," lanjut dia.

Sementara itu, Thomas juga menyarankan kepada pasangan yang telah berhasil mengalami proses kehamilan, untuk perempuan disarankan agar menghindari makanan mentah atau tidak dimasak matang keseluruhan.

Menurutnya, hal itu dikhawarirkan akan menyebabkan infeksi, misalnya infeksi tokso.

https://www.kompas.com/tren/read/2021/12/08/203824065/tips-untuk-mempercepat-kehamilan

Terkini Lainnya

Profil Sadiq Khan, Anak Imigran Pakistan yang Sukses Jadi Wali Kota London Tiga Periode

Profil Sadiq Khan, Anak Imigran Pakistan yang Sukses Jadi Wali Kota London Tiga Periode

Tren
Bukan Cuma Olahraga, Lakukan 3 Gerakan Ini untuk Jaga Kesehatan

Bukan Cuma Olahraga, Lakukan 3 Gerakan Ini untuk Jaga Kesehatan

Tren
Apa yang Akan Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi Sebelum Makan?

Apa yang Akan Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi Sebelum Makan?

Tren
Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 7-8 Mei 2024

Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 7-8 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN]  Ikan Tinggi Albumin, Cegah Sakit Ginjal dan Hati | Pemain Malaysia Disiram Air Keras

[POPULER TREN] Ikan Tinggi Albumin, Cegah Sakit Ginjal dan Hati | Pemain Malaysia Disiram Air Keras

Tren
PBB Kecam Israel Buntut Pemberedelan Al Jazeera, Ancam Kebebasan Pers

PBB Kecam Israel Buntut Pemberedelan Al Jazeera, Ancam Kebebasan Pers

Tren
Waspada, Modus Penipuan Keberangkatan Haji dengan Visa Non-Haji

Waspada, Modus Penipuan Keberangkatan Haji dengan Visa Non-Haji

Tren
Cara Menyewa Kereta Api Luar Biasa untuk Perjalanan Wisata

Cara Menyewa Kereta Api Luar Biasa untuk Perjalanan Wisata

Tren
Kemendagri Pastikan PNS di Lubuklinggau yang Tiba-tiba Jadi WN Malaysia Sudah Kembali Jadi WNI

Kemendagri Pastikan PNS di Lubuklinggau yang Tiba-tiba Jadi WN Malaysia Sudah Kembali Jadi WNI

Tren
Ramai soal Milky Way di Langit Indonesia, Simak Waktu Terbaik untuk Menyaksikannya

Ramai soal Milky Way di Langit Indonesia, Simak Waktu Terbaik untuk Menyaksikannya

Tren
Seorang Suami di Cianjur Tak Tahu Istrinya Laki-laki, Begini Awal Mula Perkenalan Keduanya

Seorang Suami di Cianjur Tak Tahu Istrinya Laki-laki, Begini Awal Mula Perkenalan Keduanya

Tren
Cara Menghapus Semua Postingan Facebook, Mudah Bisa lewat HP

Cara Menghapus Semua Postingan Facebook, Mudah Bisa lewat HP

Tren
Dampak Pemasangan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, 21 Kereta Berhenti di Jatinegara hingga 30 November 2024

Dampak Pemasangan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, 21 Kereta Berhenti di Jatinegara hingga 30 November 2024

Tren
Mengenal Mepamit dan Dharma Suaka, Upacara Jelang Pernikahan yang Dilakukan Rizky Febian-Mahalini

Mengenal Mepamit dan Dharma Suaka, Upacara Jelang Pernikahan yang Dilakukan Rizky Febian-Mahalini

Tren
Apa Perbedaan antara CPU dan GPU Komputer? Berikut Penjelasannya

Apa Perbedaan antara CPU dan GPU Komputer? Berikut Penjelasannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke