Kompas.com - 23/12/2021, 23:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar E-sports Indonesia (PBEsI) Frengky Ong, pihaknya memerlukan pendekatan ke orangtua murid.

PBEsI kata Frengky juga menjajaki pendekatan dengan persatuan orangtua murid.

Penjajakan itu berisi pemahaman bahwa e-sports membawa manfaat ke depannya.

"Kami mencoba mengurangi ekses-ekses negatif yang sekarang ada di dalam e-sports," tutur Frengky.

Baca juga: E-sports Jadi Ekstrakurikuler, Sementara, Jawa Jadi Fokus

Selanjutnya, PBEsI juga akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan kementerian terkait lainnya.

Leo Lucki Prasetyo sebagai pemenang turnamen Speed Chess usai digelarnya babak Grand Final di Piala Presiden eSports (PPE) 2021 yang berlangsung di Bali.Dok. MPL Leo Lucki Prasetyo sebagai pemenang turnamen Speed Chess usai digelarnya babak Grand Final di Piala Presiden eSports (PPE) 2021 yang berlangsung di Bali.

Salah satu program baru Pengurus Besar E-sports Indonesia (PBEsI) adalah memasukkan cabang olahraga ini sebagai ekstrakurikuler di sekolah.

Lantaran hal tersebut, PBEsI berkomitmen mencetak pelatih e-sports.

"Jumlahnya 200 pelatih e-sports setiap tahunnya," kata Frengky Ong, Rabu (22/12/2021).

Frengky menerangkan setiap pelatih ekstrakurikuler e-sports wajib mengikuti pelatihan.

Muhammad Lemon Ikhsan, pemain e-sports Mobile Legends.YouTube.com/Deddy Corbuzier Muhammad Lemon Ikhsan, pemain e-sports Mobile Legends.

Pelatih juga wajib mendapatkan sertifikat dari pelatihan itu.

Nantinya, sertifikasi pelatih terdiri dari tiga tier.

Ketiganya adalah Lisensi A untuk pelatih tim profesional dan nasional.

Kedua, Lisensi B untuk pelatih tim semiamatir dan akademi.

Ketiga, Lisensi C untuk pelatih tim amatir dan ekstrakurikuler.

Tim yang lolos ke Group Stage Piala Presiden Esports 2021 cabang olahraga e-sports Mobile Legends.IESPL Tim yang lolos ke Group Stage Piala Presiden Esports 2021 cabang olahraga e-sports Mobile Legends.

Frengky lebih lanjut menyebut bahwa ekstrakurikuler e-sports diharapkan dapat memperkenalkan industri digital kepada siswa didik.

Kedua, ekstrakurikuler e-sports bisa menjadi jembatan dunia pendidikan dengan e-sports.

Ketiga ekstrakurikuler e-sports dapat memberikan wawasan e-sports sebagai potensial karier.

Keempat, ekstrakurikuler e-sports akan berujung pada regenerasi atlet e-sports Indonesia dari dunia pendidikan.

Tim Kalimantan Barat berhasil mendapatkan medali emas dari game Mobile Legends di ajang Ekshibisi E-sports PON XX Papua 2021.PBESI Tim Kalimantan Barat berhasil mendapatkan medali emas dari game Mobile Legends di ajang Ekshibisi E-sports PON XX Papua 2021.

Frengky dalam penjelasannya mengatakan bahwa kini ekstrakurikuler e-sports masih berfokus di Jawa.

"Kami memulai program di Jawa di sekolah swasta," kata Frengky.

Pada pekan lalu, PBEsI mengawali program dengan pelatihan bagi guru dan pelatih di sekolah swasta.

"Pelatihan di sekolah negeri menunggu tahun ajaran baru," ucap Frengky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.