Kompas.com - 03/11/2021, 23:13 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Ada lima olahraga yang masuk dalam kelas elite pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Penerapan kelas elite dan nasional berlaku pada sejumlah cabang olahraga yakni bulu tangkis, catur, judo, menembak, dan renang.

Baca juga: Tanpa Kata Para di Depan Nama Cabor Pekan Paralimpiade Nasional

Sejak awal, perhelatan Peparnas XVI Papua sudah mempertontonkan perbedaan "kasta".

Ekspresi atlet para-badminton Hary Susanto bersama Leani Ratri Oktila saat memenangi pertandingan melawan atlet para-badminton Perancis Lucas Mazur dan Faustine Noel pada final ganda campuran SL3-SU5 Paralimpiade Tokyo 2020 di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu (5/9/2021). Ganda campuran Indonesia tersebut meraih medali emas setelah memenangi pertandingan 23-21 dan 21-17.ANTARA FOTO/REUTERS/ATHIT PERAWO Ekspresi atlet para-badminton Hary Susanto bersama Leani Ratri Oktila saat memenangi pertandingan melawan atlet para-badminton Perancis Lucas Mazur dan Faustine Noel pada final ganda campuran SL3-SU5 Paralimpiade Tokyo 2020 di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu (5/9/2021). Ganda campuran Indonesia tersebut meraih medali emas setelah memenangi pertandingan 23-21 dan 21-17.

Perbedaan "kasta" atau kelas itu ada dua.

Kelas elite dan kelas nasional.

"Tujuan perbedaan kelas itu agar terjadi pemerataan prestasi bagi atlet," kata pernyataan resmi panitia penyelenggara Peparnas XVI Papua, Rabu (3/11/2021).

Kelas elite memiliki persyaratan khusus bagi atlet nasional yang pernah terjun di perhelatan laga internasional.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melepas kontingen paralimpik untuk berlaga di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua.KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat melepas kontingen paralimpik untuk berlaga di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua.

"Atlet dengan kategori itu hanya boleh bertanding pada satu nomor saja di cabang olahraga," tutur pernyataan penyelenggara.

Sementara, aturan kelas nasional berlaku bagi atlet daerah dan nasional yang belum pernah ikut dalam pertandingan internasional.

Peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 Leani Ratri Oktila dalam diskusi virtual FMB9 pada Senin (18/10/2021)tentang Peparnas XVI Papua.FMB9 Peraih dua medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 Leani Ratri Oktila dalam diskusi virtual FMB9 pada Senin (18/10/2021)tentang Peparnas XVI Papua.

Sementara itu, pada Peparnas XVI Papua, Komite Nasional Paralimpiade Indonesia (NPC Indonesia) juga mengeluarkan ketentuan khusus penyebutan cabang olahraga.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.