Pemerintah Australia Incar 2 Dampak Perhelatan Australia Open 2022

Kompas.com - 28/10/2021, 23:03 WIB
Seorang pria mendinginkan diri di depan kipas angin yang menyemburkan air untuk sedikit mengurangi rasa panas di luar stadion yang menggelar turnamen Australia Terbuka pada Januari lalu. Badan Meteorologi Australia mencatat, bulan lalu menjadi Januari terpanas sejak 1910. AFP/SAEED KHANSeorang pria mendinginkan diri di depan kipas angin yang menyemburkan air untuk sedikit mengurangi rasa panas di luar stadion yang menggelar turnamen Australia Terbuka pada Januari lalu. Badan Meteorologi Australia mencatat, bulan lalu menjadi Januari terpanas sejak 1910.

SYDNEY, KOMPAS.com - Pemerintah Australia melalui Menteri Pariwisata Dan Tehan menyebut keberhasilan Australia Open 2022 memberikan dua dampak bagi Australia dan dunia.

Pertama, Australia, dengan keberhasilan itu, mampu menempatkan diri sebagai penyelenggara turnamen terbaik di dunia.

Baca juga: Australia Open 2022, Pemerintah Australia Tak Hendak Menanggung Malu

"Kesuksesan itu bakal menaikkan nama Melbourne, kota penyelenggara Australia Open 2022, ke tingkat dunia," ucap Dan Tehan.

Ilustrasi vaksinasi Covid-19.covid19.go.id Ilustrasi vaksinasi Covid-19.

Australia, kata Dan Tehan, meminta agar para atlet tenis yang belum mendapatkan vaksinasi untuk perhelatan Australia Open 2022 tetap mengikuti karantina 14 hari.

"Australia menggunakan pendekatan yang masuk akal agar para atlet tersebut mengikuti karantina 14 hari," ujar Dan Tehan, Kamis (28/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Sebelumnya, Perdana Menteri Negara Bagian Victoria Daniel Andrews menyebut bahwa pemain yang belum mendapatkan vaksinasi bisa berlaga di Australia Open 2022.

Pandangan Daniel Andrew ini dianggap bertolak belakang dengan kebijakan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang kebijakan pencegahan meluasnya pandemi Covid-19 di seluruh Australia.

Ilustrasi Vaksinasi Covis-19DOK. Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Ilustrasi Vaksinasi Covis-19

Scott Morrison memberi pertimbangan bahwa para pemain yang belum mendapatkan vaksinasi itu tetap wajib mengikuti karantina 14 hari setiba di Australia.

Sejauh ini, petenis putra nomor satu dunia, Novak Djokovic termasuk atlet asing yang akan berlaga mempertahankan gelar di Austrlia Open 2022.

Ilustrasi social distancingSHUTTERSTOCK Ilustrasi social distancing

Djokovic menjadi juara pada Australia Open 2020.

Menurut Den Tehan, adalah hal yang memalukan bagi Australia bila pemimpin negara ini tidak bisa mencarikan solusi bagi kehadiran Novac Djokovic.

Ilustrasi vaksinasi sebagai syarat perjalanan.DOK. SHUTTERSTOCK Ilustrasi vaksinasi sebagai syarat perjalanan.

Sementara, informasi menunjukkan, bahwa Novak Djokovic belum mendapatkan vaksinasi.

Dan Tehan mengatakan, pilihan pada karantina 14 hari adalah kebijakan paling tepat demi suksesnya penyelenggaraan Australia Open 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Xinhuanet
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.