Olimpiade Paris 2024, Tata Kelola Internal Tak Rampung, Angkat Besi dan Tinju Bakal Tak Manggung

Kompas.com - 28/10/2021, 21:57 WIB
Bangunan Komite Olimpiade Rusia terlihat di Moskow, Rusia setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyerahkan larangan empat tahun ke Rusia untuk acara olahraga besar termasuk Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Dunia 2022 pada 09 Desember 2019 Bangunan Komite Olimpiade Rusia terlihat di Moskow, Rusia setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyerahkan larangan empat tahun ke Rusia untuk acara olahraga besar termasuk Olimpiade Tokyo 2020 dan Piala Dunia 2022 pada 09 Desember 2019

PARIS, KOMPAS.com - Bila tata kelola internal federasi tak kunjung rampung, angkat besi dan tinju bakal tak manggung di Olimpiade Paris 2024.

"Kami prihatin karena di dua federasi ini ada masalah tata kelola yang belum rampung," kata Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, Kamis (28/10/2021).

Ilustrasi logo dan medali-medali olimpiade.SHUTTERSTOCK/KOVOP58 Ilustrasi logo dan medali-medali olimpiade.

Baca juga: Teken MoU dengan LADI, Perbasi Bantu Pengambilan Sampel Doping

Thomas Bach menyebut, IOC mengawasi ketat dua federasi menuntaskan masalah internal masing-masing.

Deadlifts termasuk salah satu cara membentuk otot perut yang sangat baik.PEXELS/VICTOR FREITAS Deadlifts termasuk salah satu cara membentuk otot perut yang sangat baik.

"IOC juga akan membuat keputusan sesegera mungkin demi kepentingan para atlet," ujar Thomas Bach.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Thomas Bach membeberkan bukti bahwa badan pengelola tinju AIBA belum bisa membenahi sistem manipulasi pertarungan yang terjadi pada Olimpiade Rio 2016.

Ilustrasi olahraga tinju Ilustrasi olahraga tinju

Sementara, kata Thomas Bach, skandal doping yang tak kunjung kelar yang menjerat atlet Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) membuat cabang olahraga ini terancam tak bisa dipertandingkan pada Olimpiade Paris 2024.

IOC menyesalkan kebijakan Dewan IWF yang membuat adanya perubahan Piagam Olimpiade pada pengujung perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach (kiri) dan Kaisar Jepang Naruhito melambaikan tangan saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Jepang, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). Pesta olahraga yang berlangsung hingga Minggu (8/8/2021) ini akan digelar tanpa penonton mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda Jepang.AFP/ANDREJ ISAKOVIC Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach (kiri) dan Kaisar Jepang Naruhito melambaikan tangan saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Jepang, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). Pesta olahraga yang berlangsung hingga Minggu (8/8/2021) ini akan digelar tanpa penonton mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda Jepang.

"Perubahan itu menjadi upaya menuntaskan persoalan di IWF," kata Thomas Bach.

Wewenang pencoretan cabang olahraga di Olimpiade menjadi wewenang Dewan Eksekutif IOC dan hasil pemungutan suara dalam Sesi IOC.

Nasib angkat besi kian terancam lantaran temuan terkini Wakil Presiden IOC John Coates.

A shuttlecock flies in front of the Olympic rings logo during the women's singles badminton round of 16 match between Japan's Akane Yamaguchi and South Korea's Kim Ga-eun during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 29, 2021. (Photo by Pedro PARDO / AFP)AFP/PEDRO PARDO A shuttlecock flies in front of the Olympic rings logo during the women's singles badminton round of 16 match between Japan's Akane Yamaguchi and South Korea's Kim Ga-eun during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 29, 2021. (Photo by Pedro PARDO / AFP)

"IWF tak kunjung mengikuti rekomendasi yang telah diberikan IOC," ujar John Coates.

Angkat besi adalah cabang yang selalu dipertandingan di Olimpiade modern sejak 1896.

Cabor ini, ironisnya, selalu tersandung masalah doping bahkan sejak 1920.

Semboyan Olimpiade di salah satu pintu masuk Kawasan Gelora Bung Karno Jakarta. Citius, Altius, Fortius berarti tercepat, tertinggi, terkuat.Kompas.com/Josephus Primus Semboyan Olimpiade di salah satu pintu masuk Kawasan Gelora Bung Karno Jakarta. Citius, Altius, Fortius berarti tercepat, tertinggi, terkuat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skuad Thailand untuk Piala AFF 2020

Skuad Thailand untuk Piala AFF 2020

Sports
WTA Berisiko Kehilangan Uang di China

WTA Berisiko Kehilangan Uang di China

Sports
Indonesia di Piala AFF: Pemegang Rekor 'Pembantaian'

Indonesia di Piala AFF: Pemegang Rekor "Pembantaian"

Sports
Egy Belum Dilepas Klub ke Timnas Indonesia, Bagaimana dengan Elkan dan Witan?

Egy Belum Dilepas Klub ke Timnas Indonesia, Bagaimana dengan Elkan dan Witan?

Liga Indonesia
Ralf Rangnick Kantongi Izin Kerja, Laga Man United Vs Arsenal dalam Pantauan

Ralf Rangnick Kantongi Izin Kerja, Laga Man United Vs Arsenal dalam Pantauan

Liga Inggris
Alasan Maria Londa Jadi Andalan Indonesia di Thailand

Alasan Maria Londa Jadi Andalan Indonesia di Thailand

Sports
Pramudya/Yeremia Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals: Kami Terlalu Nafsu...

Pramudya/Yeremia Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals: Kami Terlalu Nafsu...

Badminton
Kedok Dokter Gadungan PSS Sleman Terbongkar, Pernah Tugas di Timnas!

Kedok Dokter Gadungan PSS Sleman Terbongkar, Pernah Tugas di Timnas!

Liga Indonesia
Man United Vs Arsenal: Ronaldo Dituding Tak Bisa “Pressing”, Carrick Punya Jawaban

Man United Vs Arsenal: Ronaldo Dituding Tak Bisa “Pressing”, Carrick Punya Jawaban

Liga Inggris
BWF World Tour Finals: Tampil Menyerang Jadi Kunci Praveen/Melati Tekuk Wakil Inggris

BWF World Tour Finals: Tampil Menyerang Jadi Kunci Praveen/Melati Tekuk Wakil Inggris

Badminton
Rekap Hasil BWF World Tour Finals: Minions Batal Tanding, Pramel Buka Asa, Pram/Yere...

Rekap Hasil BWF World Tour Finals: Minions Batal Tanding, Pramel Buka Asa, Pram/Yere...

Badminton
Syarat Greysia/Apriyani Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals: Tak Ada Pilihan Selain...

Syarat Greysia/Apriyani Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals: Tak Ada Pilihan Selain...

Badminton
Egy Absen pada Laga-laga Awal Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Ini Alasannya

Egy Absen pada Laga-laga Awal Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Ini Alasannya

Liga Indonesia
Berapa Jumlah Gol Cristiano Ronaldo ke Gawang Arsenal?

Berapa Jumlah Gol Cristiano Ronaldo ke Gawang Arsenal?

Sports
China Punya Komitmen pada Tenis, tapi...

China Punya Komitmen pada Tenis, tapi...

Sports
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.