Kompas.com - 20/08/2021, 14:30 WIB
Logo kompetisi UEFA Europa Conference League atau UECL. Europa Conference League akan menjadi kompetisi strata ketiga Eropa dan akan dimulai pada musim 2021-2022. (Sumber foto: Tangkapan layar situs web UEFA) UEFALogo kompetisi UEFA Europa Conference League atau UECL. Europa Conference League akan menjadi kompetisi strata ketiga Eropa dan akan dimulai pada musim 2021-2022. (Sumber foto: Tangkapan layar situs web UEFA)

KOMPAS.com - Pada tengah pekan ini, kompetisi sepak bola antarklub Eropa menghadirkan laga-laga play-off Liga Champions, Liga Europa.

Selain dua kompetisi tersebut, ada satu kompetisi antarklub Eropa lainnya, yaitu UEFA Europa Conference League (UECL) atau Liga Konferensi Eropa.

Kompetisi tersebut juga lagi dalam laga-laga play-off pada tengah pekan ini (19-20 Agustus 2021).

Babak play-off UEFA Europa Conference League ini sudah bergulir sejak 8 Juli lalu dan akan berakhir pada 26 Agustus 2021 mendatang.

Baca juga: Arti Delapan Bintang pada Logo Liga Champions

Lalu, apa itu UEFA Conference League?

Mengutip dari laman resmi UEFA, UECL atau Liga Konferensi Eropa adalah kompetisi kasta ketiga Eropa, yang kelasnya di bawah Liga Champions dan Liga Europa.

Kompetisi ini utamanya untuk tim-tim yang lolos via jalur liga domestik, meski di beberapa liga bisa memasukkan timnya melalui pemenang piala domestik.

Turnamen ini sebenarnya sudah diwacanakan UEFA sejak 2015 silam. Kemudian menguat pada 2018. Di tahun yang sama UEFA memutuskan untuk menggelar kompetisi tersebut pada tahun 2021 ini.

Baca juga: Kisah di Balik Pembuatan Trofi Liga Champions

Awalnya, nama sementara untuk kompetisi kasta ketiga ini adalah Europa League 2 (UEL 2).

Kemudian pada 24 September 2019, UEFA mengumumkan nama resminya yaitu UEFA Europa Conference League dan akan dimulai pada musim 2021-2022.

Lantas apa yang melatari pembentukan UECL?

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjelaskan maksud dari pembentukan kompetisi baru ini agar membuka ruang kepada lebih banyak klub untuk berpartisipasi.

"Kompetisi klub UEFA yang baru membuat kompetisi klub UEFA lebih inklusif daripada sebelumnya. Akan ada lebih banyak pertandingan untuk lebih banyak klub, dengan lebih banyak asosiasi yang terwakili di babak grup." ujar Ceferin dari situs UEFA.

Baca juga: Hasil UEFA Conference League - Debut Manis Mourinho, Spurs Tumbang

Hadirnya kompetisi UECL ini tentu saja menjadi angin segar bagi klub-klub yang selama ini susah menembus Liga Champions dan Liga Europa.

Tim-tim yang berperingkat lebih rendah diharapkan bisa merasakan atmosfer kompetisi level Eropa.

Ini tentu saj menjadi jalan bagi mereka untuk naik level. Walau UECL tak ubahnya kompetisi kasta ketiga setelah Liga Champions dan Liga Europa, UECL memungkinkan lebih banyak pertandingan untuk lebih banyak klub dan lebih banyak asosiasi.

Siapa saja kontestan UEFA Conference League?

Baca juga: Mengapa Tottenham Pakai Hotspur di Belakangnya?

UECL bakal diikuti oleh 184 tim dari babak kualifikasi.

Peserta yang bisa mengikuti kualifikasi Liga Konferensi Eropa diambil dari klasemen akhir liga dan juga pemenang piala domestik.

Selain itu, UEFA telah membagi jatah peserta UECL berdasarkan peringkat koefisien suatu negara, bisa diakses di sini.

Kualifikasi tersebut bakal menyaring 22 tim, lalu digabungkan dengan 10 tim yang gugur pada babak play-off Liga Europa. Hasilnya, fase grup UECL bakal diikuti oleh 32 tim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber UEFA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Siaran Langsung Piala Asia Wanita 2022, Timnas Indonesia Vs Australia

Jadwal Siaran Langsung Piala Asia Wanita 2022, Timnas Indonesia Vs Australia

Liga Indonesia
5 Skandal Atlet Seluncur Indah Paling Menggemparkan di Olimpiade Musim Dingin

5 Skandal Atlet Seluncur Indah Paling Menggemparkan di Olimpiade Musim Dingin

Sports
FK Senica Resmi Umumkan Perpanjangan Kontrak Egy Maulana Vikri

FK Senica Resmi Umumkan Perpanjangan Kontrak Egy Maulana Vikri

Liga Indonesia
Aturan Vaksinasi Covid-19 Australia Berlaku untuk Liga Selancar Ombak Dunia

Aturan Vaksinasi Covid-19 Australia Berlaku untuk Liga Selancar Ombak Dunia

Sports
Game Over! Perpanjangan Kontrak Buntu, Dembele Harus Rela Didepak Barca

Game Over! Perpanjangan Kontrak Buntu, Dembele Harus Rela Didepak Barca

Liga Spanyol
Hukuman Mendapat Kartu Kuning dan Merah dalam Sepak Bola

Hukuman Mendapat Kartu Kuning dan Merah dalam Sepak Bola

Sports
FIFA Rombak Aturan Peminjaman Pemain, Usaha Batasi Klub Memborong Talenta

FIFA Rombak Aturan Peminjaman Pemain, Usaha Batasi Klub Memborong Talenta

Sports
Kata Kiper Persikabo Usai Kembali Dipanggil Timnas Indonesia: Senang dan Bangga...

Kata Kiper Persikabo Usai Kembali Dipanggil Timnas Indonesia: Senang dan Bangga...

Liga Indonesia
Profil Yabes Roni, Pasang Surut Dipanggil Timnas Indonesia

Profil Yabes Roni, Pasang Surut Dipanggil Timnas Indonesia

Sports
Bicara soal Asnawi, Pelatih Ansan Greeners Kirim Pesan untuk Shin Tae-yong

Bicara soal Asnawi, Pelatih Ansan Greeners Kirim Pesan untuk Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Karantina dengan Sistem Gelembung Jadi Opsi Terbaik bagi Pelaku Olahraga

Karantina dengan Sistem Gelembung Jadi Opsi Terbaik bagi Pelaku Olahraga

Sports
Macam-macam Pelanggaran atau Foul dalam Bola Basket

Macam-macam Pelanggaran atau Foul dalam Bola Basket

Sports
Pelatih Ansan Greeners Ungkap Syarat agar Asnawi Jadi Starter Terus di Tim

Pelatih Ansan Greeners Ungkap Syarat agar Asnawi Jadi Starter Terus di Tim

Liga Indonesia
Pembelaan Rio Ferdinand untuk Cristiano Ronaldo yang 'Ngambekan'

Pembelaan Rio Ferdinand untuk Cristiano Ronaldo yang "Ngambekan"

Liga Inggris
Pandemi Covid-19, Salah Satu Tantangan Kontingen Korea Selatan di Olimpiade Beijing

Pandemi Covid-19, Salah Satu Tantangan Kontingen Korea Selatan di Olimpiade Beijing

Sports
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.